Bangun Jalan Underpass, KPC-Dishub-Satlantas Rekayasakan Lalu Lintas di Crossing 4 Sangatta-Bengalon
Bujurnews, Sangatta – PT Kaltim Prima Coal (KPC) melalui Departemen External Relations (ER) bersama Civil and Projects Planning-MDD KPC, berkolaborasi dengan Satlantas Polres Kutai Timur dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kutai Timur, melaksanakan pengalihan arus lalu lintas di kawasan Crossing 4, Jalan Poros Sangatta-Bengalon KM 16.
Rekayasa pengalihan lalu lintas dilakukan melalui pembangunan jalan detour yang mulai difungsikan sejak Senin (13/4/2026) dan telah dapat dilalui kendaraan dari dua arah. Untuk memastikan kelancaran dan keamanan, personel Dishub dan Satlantas disiagakan selama 24 jam di sejumlah titik.
Jalan detour ini merupakan jalur alternatif sementara yang dibangun sebagai bagian dari persiapan pembangunan underpass di lokasi tersebut. Infrastruktur ini diharapkan dapat meningkatkan keselamatan serta kelancaran arus lalu lintas di kawasan operasional KPC.
Secara teknis, jalan detour memiliki panjang 380 meter, lebar badan jalan 12 meter, serta lebar perkerasan 7 meter. Proyek ini dibangun oleh KPC dengan nilai anggaran sebesar Rp4,2 miliar dan dikerjakan sejak Januari hingga Maret 2026.
Kegiatan sosialisasi pengalihan lalu lintas turut dihadiri sejumlah pihak, di antaranya Penelaah Teknis Kebijakan Dishub Kutim Nanang Santoso, Kanit Keamanan dan Keselamatan Satlantas Polres Kutim IPDA Sasnural, Manager ER KPC Nanang Supriyadi, serta jajaran teknis KPC lainnya.

Mewakili Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kutim, Nanang Santoso menjelaskan bahwa pengalihan ini merupakan solusi sementara guna mempermudah mobilitas kendaraan dari dan menuju Sangatta.
“Dishub Kutai Timur bersama Satlantas Polres Kutai Timur telah menyiapkan personel selama 24 jam sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan infrastruktur strategis. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati, mematuhi rambu lalu lintas, dan mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Manager ER KPC Nanang Supriyadi menyampaikan bahwa pembangunan jalan detour dilakukan untuk mendukung proses konstruksi underpass sepanjang 91 meter di Crossing 4.

Menurutnya, pengalihan ini bertujuan menjaga kelancaran arus lalu lintas selama pekerjaan berlangsung, sekaligus meminimalkan potensi kecelakaan akibat interaksi langsung antara kendaraan umum dan aktivitas alat berat operasional KPC.
“Diharapkan pengalihan ini berjalan lancar sehingga aktivitas masyarakat tidak terganggu. Kami juga memohon dukungan dari seluruh pihak agar pembangunan underpass dapat segera selesai dan memberikan manfaat bagi kelancaran mobilitas masyarakat,” tutupnya. (why/rc)




