Bujurnews, Sangatta – Forum diskusi dan sinkronisasi program kemitraan pengembangan desa wisata digelar di Dusun Rindang Benua, Kecamatan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur, Selasa (14/4/2026).
Kegiatan ini dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur Ririn Sari Dewi, perwakilan Dinas Pariwisata Kutai Timur melalui Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Demmy Aditya Herwanto, Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Sangatta Balai Taman Nasional Kutai Budi Isnaini, perwakilan Kecamatan Sangatta Selatan, Kepala Dusun Rindang Benua Sekimin, Ketua Panitia Pembangunan Lamin Adat Alan Djiu, Act Superintendent Conservation and Agribusiness Development (CAD) KPC Widiatmoko, ketua RT, serta perwakilan masyarakat.
Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Ririn Sari Dewi, mengapresiasi sinergi antara pemerintah daerah dan PT Kaltim Prima Coal (KPC) dalam mendukung penguatan desa wisata di Dusun Rindang Benua.
Menurutnya, forum ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Gubernur Kalimantan Timur Nomor 38 Tahun 2025 tentang Pengembangan Desa Wisata yang bertujuan mempercepat pertumbuhan ekonomi pedesaan melalui peningkatan daya tarik wisata, penciptaan lapangan kerja, serta optimalisasi potensi lokal.
“Kami mengapresiasi kerja sama dengan PT KPC dalam pengembangan desa wisata ini. Diharapkan peran desa wisata berbasis budaya di Rindang Benua dapat semakin optimal, sehingga ke depan statusnya meningkat dari desa wisata berkembang menjadi desa wisata maju,” ujarnya.
Kepala Dusun Rindang Benua, Sekimin, menyampaikan harapan masyarakat agar pembangunan Lamin Adat Budaya Rindang Benua dapat segera dilanjutkan sebagai pusat kegiatan budaya yang mendukung pengembangan desa wisata.
Ia menegaskan kesiapan warga untuk mendukung berbagai upaya pembangunan, termasuk kolaborasi dengan berbagai pihak, khususnya PT KPC.
“Harapan kami, rencana ini segera direalisasikan oleh PT KPC, mengingat pembangunan balai adat sangat dinantikan oleh masyarakat Rindang Benua,” katanya.
Sementara itu, PT KPC melalui Act. Manager Community Empowerment Muhammad Yusuf yang diwakili Act Superintendent Community and Agribusiness Development Severianus Widiatmoko menyampaikan bahwa kunjungan Dinas Pariwisata Kaltim menjadi langkah efektif untuk meninjau langsung kesiapan Dusun Rindang Benua sebagai lokasi pengembangan desa wisata.
Ia menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung percepatan pengembangan desa wisata melalui kolaborasi dengan berbagai pihak sesuai dengan kesiapan sumber daya masing-masing.
“Kesepakatan ini mendapat apresiasi dari Balai Taman Nasional Kutai dan Dinas Pariwisata Kutai Timur. Kami berharap Dusun Rindang Benua dapat berkembang menjadi desa wisata unggulan di Kutai Timur,” ujarnya.
Selain pengembangan di Dusun Rindang Benua, Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur juga tengah menjajaki kerja sama pengembangan destinasi wisata lain di Kutai Timur, yakni kawasan wisata pesisir dan glamping di Pantai Marang, Kecamatan Kaliorang, bekerja sama dengan PT Indexim.
Forum ini menjadi langkah awal percepatan pembangunan fasilitas budaya yang diharapkan mampu mendorong pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal di Kutai Timur. (why/rc)




