Bujurnews, Bengalon – PT Pamapersada Nusantara (PAMA) Area Kutai Timur bersama PT Kaltim Prima Coal (KPC) memperkuat kolaborasi dalam upaya percepatan penurunan stunting melalui program terpadu di Aula Kantor Desa Sepaso, Kecamatan Bengalon, Senin (20/4/2026).
Kegiatan ini melibatkan lintas sektor, mulai dari pemerintah kecamatan, Puskesmas, hingga aparatur dari lima desa, yakni Sepaso, Sepaso Barat, Sepaso Timur, Tebangan Lembak, dan Keraitan.
Sebanyak 43 peserta yang terdiri dari Kader Pembangunan Manusia (KPM) dan kader Posyandu mengikuti pelatihan terkait sanitasi lingkungan, pemberian makan bayi dan anak (PMBA), serta manajemen operasional Posyandu.
Tak hanya itu, program ini juga diikuti intervensi langsung terhadap 18 balita di bawah dua tahun melalui pemberian makanan tambahan berupa susu selama tiga bulan.
Selain itu, bantuan sembako turut disalurkan kepada keluarga balita dan kader sebagai bentuk dukungan ekonomi dan penguatan peran di tingkat desa.
Camat Bengalon, Harun, mengapresiasi kolaborasi tersebut. Menurutnya, keterlibatan dunia usaha menjadi faktor penting dalam mempercepat penurunan stunting.
“Kegiatan ini sangat membantu pemerintah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi anak sejak dini,” ungkap Harun.
Kepala Puskesmas Sepaso, Impron, menekankan pentingnya peningkatan kapasitas kader sebagai ujung tombak layanan kesehatan di masyarakat agar program berjalan berkelanjutan.

CSR Sect Head PAMA, Ishak Pardede menyebut, program ini tidak hanya berfokus pada perbaikan gizi, tetapi juga perubahan perilaku masyarakat.
“Kami berharap ada peningkatan pemahaman orang tua dalam mendukung tumbuh kembang anak,” papar Ishak.
Perwakilan Comdev KPC, Akbar menambahkan, sinergi antarperusahaan memungkinkan intervensi lebih tepat sasaran dan berdampak jangka panjang.
Dia menegaskan, melalui kolaborasi ini PAMA dan KPC menegaskan komitmen bersama dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
“Ini juga menjadi bentuk salah satu komitmen kami yang berupaya menciptakan generasi yang lebih sehat di Kutai Timur,” tegas Akbar. (soc/rc)




