BubuhannyaKotaPertambangan

Hari Kartini, Perempuan di Industri Tambang Kutim Tunjukkan Kesetaraan Gender

Bujurnews, Sangatta – Peringatan Hari Kartini diwarnai kisah inspiratif perempuan-perempuan tangguh di PT Kaltim Prima Coal (KPC) yang berkiprah di sektor pertambangan. Mereka membuktikan bahwa kesetaraan gender di industri yang identik dengan laki-laki semakin nyata dan progresif.

Melda Yanti (42), operator alat berat di Departemen Coal Mining KPC, telah mengabdikan diri selama lebih dari 17 tahun. Meski bertubuh mungil dan harus beradaptasi dengan sistem kerja shift, Melda mampu mengoperasikan alat berat berukuran raksasa dengan kinerja optimal.Ia mengaku awalnya terdorong oleh kebutuhan ekonomi dan kesempatan kerja yang terbuka bagi putra-putri daerah.

“Selama saya mampu, saya tidak ingin membatasi diri,” tuturnya.

Menurut Melda, lingkungan kerja yang aman serta perlindungan hak pekerja dari perusahaan menjadi faktor utama yang membuatnya bertahan. Ia juga berhasil membuktikan kepada keluarga bahwa perempuan mampu bekerja setara di sektor tambang.

Kisah serupa datang dari Anggi Rezkiani Abidin (24), petugas keamanan (sekuriti) di Pos Ulin KPC. Anggi mengaku sempat menghadapi stigma terhadap profesi yang dijalaninya, namun tetap memilih bertahan.

“Yang penting pekerjaan ini halal dan saya menjalaninya dengan baik,” ucap Anggi.

Dia menilai tidak ada perlakuan berbeda antara dirinya dengan rekan kerja laki-laki, sehingga memberikan rasa nyaman dalam bekerja di Departemen Health, Safety, Environment and Security (HSES).

Sementara itu, Wiwin Junita Ningrum, Geotechnical Engineer di Departemen Geologi KPC, menilai kompetensi menjadi faktor utama dalam dunia kerja, bukan gender. Lulusan teknik pertambangan ini telah berkarier selama sekitar 15 tahun dan terus berkembang di bidang geoteknik.

Menurutnya, dukungan keluarga serta kebijakan perusahaan yang ramah terhadap pekerja perempuan turut mendorong keberhasilannya. Ia juga menegaskan pentingnya kepercayaan diri bagi perempuan dalam mengejar karier.

“Kita harus percaya pada kemampuan diri dan terus meningkatkan potensi,” tegas Wiwin.

Kisah ketiga perempuan tersebut mencerminkan semangat emansipasi yang diperjuangkan Raden Ajeng Kartini. Di tengah tantangan industri tambang, mereka menunjukkan bahwa perempuan memiliki ruang yang sama untuk berkembang, berkontribusi, dan meraih prestasi.

Peringatan Hari Kartini tahun ini menjadi momentum untuk menegaskan bahwa kesetaraan gender bukan sekadar wacana, melainkan telah terimplementasi dalam dunia kerja, termasuk di sektor pertambangan. (*/rc)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button