Bujurnews, Sangatta – Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Komunitas Kreatif Fashion (Krast) Kutai Timur (Kutim) menggelar kegiatan bertajuk Kebaya In Motion di Ruang Damar, Gedung Serbaguna (GSG) Lantai 2, Selasa (21/4/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelaku UMKM hingga pecinta fashion lokal.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Pembina Krast Kutim H Khoirul Arifin, serta mendapat dukungan dari Anggota DPRD Leny Susilawati Anggraini sebagai bentuk sinergi dalam mendorong pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal di Kutim.
Kebaya In Motion menjadi ruang kreatif untuk mengangkat kebaya sebagai identitas perempuan Indonesia, sekaligus memperkuat eksistensi wastra lokal Kutai Timur agar semakin dikenal luas.
Perwakilan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kutai Timur, Nurrahmi Asmalia, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan yang mengangkat potensi wastra daerah merupakan langkah strategis dalam mempromosikan budaya lokal.
“Wastra Kutai Timur adalah kekayaan yang harus kita banggakan. Melalui kegiatan seperti ini, kita berharap produk lokal dapat dikenal tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional,” ujarnya.
Dia juga mengajak masyarakat untuk terus mengembangkan kebaya dengan sentuhan wastra lokal seperti wakaroros, klubut, dan batik paku. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi kekuatan dalam menciptakan identitas fashion daerah yang khas.
“Kalau bukan kita yang mengangkat wastra daerah, lalu siapa lagi. Mari kita cintai dan gunakan produk lokal,” tambahnya.
Di tengah tantangan global, termasuk kondisi geopolitik dunia, Nurrahmi optimistis sektor ekonomi kreatif Indonesia tetap mampu bertahan dan berkembang melalui inovasi dan kolaborasi.
Sementara itu, Ketua Panitia Desi Permatasari menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Komunitas Kreatif Fashion Kutai Timur dalam menyediakan ruang bagi pelaku UMKM untuk berkembang.
“Kebaya In Motion kami hadirkan sebagai wadah untuk merayakan kebaya bukan hanya sebagai busana tradisional, tetapi juga sebagai identitas budaya yang terus bergerak dan relevan dengan zaman,” jelasnya.

Kegiatan ini diisi dengan berbagai rangkaian acara, seperti workshop moodboard fashion, praktik kreatif, hingga sesi pemotretan sebagai bentuk apresiasi terhadap karya peserta.
Materi moodboard fashion disampaikan oleh narasumber Yusi Nudya yang membagikan wawasan mengenai proses kreatif dalam merancang konsep busana berbasis ide, warna, tekstur, dan inspirasi visual.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir karya-karya kebaya inovatif yang memadukan unsur modern dengan wastra khas Kutai Timur, sekaligus memperkuat peran generasi masa kini dalam melestarikan budaya bangsa. (yus/ma)




