BalikpapanKaltimKota

Marak Begal di Balikpapan, DPRD Balikpapan Budiono Sebut Banyaknya Pengangguran Picu Kriminalitas

ilustrasi begal di balikpapan (istimewa)

Bujurnews, Balikpapan – Maraknya informasi di media sosial terkait dugaan percobaan pembegalan di Kota Balikpapan mendapat sorotan dari DPRD Kota Balikpapan.

Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Budiono menegaskan isu dugaan kriminalitas tersebut harus menjadi perhatian serius seluruh pihak karena berpotensi mengganggu rasa aman masyarakat.

Menurutnya, Balikpapan selama ini dikenal sebagai kota yang aman dan nyaman untuk dihuni. Karena itu, munculnya informasi terkait dugaan aksi pembegalan dinilai dapat mencoreng citra kota apabila tidak segera ditangani secara serius.

“Persoalan ini harus menjadi atensi serius semua pihak. Balikpapan selama ini dikenal aman dan nyaman, jangan sampai citra itu rusak akibat maraknya tindak kriminalitas,” ujar Budiono, Jumat (22/5/2026).

Ia menilai, persoalan ekonomi masyarakat menjadi salah satu faktor yang berpotensi memicu meningkatnya angka kriminalitas di daerah.

Menurut Budiono, tingginya angka pengangguran membuat sebagian masyarakat kesulitan memperoleh pekerjaan sehingga berada dalam tekanan ekonomi.

“Banyaknya pengangguran membuat masyarakat sulit mencari pekerjaan, sehingga ada yang akhirnya mencari jalan pintas,” tegasnya.

Politisi senior tersebut menilai penanganan persoalan keamanan tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum semata. Pemerintah daerah, kata dia, juga perlu memperkuat sektor ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja dan pengurangan kesenjangan sosial di masyarakat.

“Lapangan kerja sangat penting agar kesenjangan sosial tidak terlalu jauh,” katanya.
Budiono menambahkan, stabilitas ekonomi masyarakat memiliki hubungan erat dengan kondisi keamanan lingkungan. Karena itu, pemerintah daerah diharapkan dapat memperluas peluang kerja dan memperkuat program pemberdayaan masyarakat agar potensi kriminalitas dapat ditekan sejak dini.

Selain faktor ekonomi, DPRD Balikpapan juga menyoroti masih adanya sejumlah kawasan yang minim penerangan jalan dan cenderung sepi pada malam hari.

Kondisi tersebut dinilai dapat dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk menjalankan aksinya.
“Ada beberapa lokasi yang memang kenyataannya sepi dan tidak ada lampunya,” ucapnya.

DPRD pun mendorong penguatan sistem keamanan lingkungan dilakukan secara terpadu, mulai dari penambahan Penerangan Jalan Umum (PJU), pengaktifan kembali pos keamanan lingkungan (poskamling), hingga peningkatan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan di lingkungan masing-masing.

Budiono menegaskan, menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Keamanan dan ketertiban bukan hanya tugas polisi, tetapi tugas kita semua,” pungkasnya.(ja)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button