AdvertorialBalikpapanKota

Jumlah UMKM Balikpapan Terus Bertambah, 133 Ribu Sudah Berizin OSS

Bujurnews.com, Balikpapan – Minat masyarakat Balikpapan untuk menjalankan usaha masih cukup tinggi meski kondisi ekonomi belum sepenuhnya stabil. Hal itu terlihat dari jumlah pelaku usaha yang telah mengurus perizinan melalui sistem Online Single Submission (OSS) yang kini mencapai sekitar 133 ribu.

Angka tersebut menunjukkan aktivitas usaha masyarakat tetap bergerak di tengah tekanan terhadap daya beli. Namun, pertambahan jumlah pelaku usaha tidak serta-merta membuat seluruh UMKM mengalami peningkatan pendapatan.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Perindustrian (DKUKMP) Kota Balikpapan, Heruressandy Setia Kesuma, mengatakan pertumbuhan jumlah UMKM masih terus terjadi.

“Kalau melihat dari sisi pembentukan usaha, pertumbuhannya masih cukup besar. Sampai sekarang jumlah pelaku UMKM terus bertambah,” kata Heru karib disapa, Kamis (10/9/2026).

Menurutnya, kondisi masing-masing pelaku usaha berbeda. Ada UMKM yang masih mampu mempertahankan bahkan meningkatkan penjualan, tetapi sebagian lainnya harus menghadapi penurunan omzet akibat daya beli masyarakat yang belum kuat.

Heru menyebut sektor usaha menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut. Perubahan permintaan konsumen dan kemampuan masyarakat dalam berbelanja turut menentukan perkembangan omzet masing-masing pelaku usaha.

“Tidak semua usaha mengalami kondisi yang sama. Ada yang penjualannya turun, tetapi ada juga yang justru naik. Semuanya sangat bergantung pada jenis usaha dan kondisi penjualannya,” jelasnya.

Selain persoalan daya beli, kenaikan harga bahan baku juga menjadi tantangan bagi pelaku UMKM. Salah satu yang terdampak adalah usaha yang menggunakan material berbahan dasar plastik sebagai bagian dari proses produksi.

Kenaikan harga bahan baku membuat ongkos produksi ikut meningkat. Dalam kondisi seperti itu, pelaku usaha harus menentukan strategi agar usahanya tetap berjalan. Pilihannya antara mempertahankan harga dengan keuntungan yang lebih kecil atau menyesuaikan harga jual kepada konsumen.

“Ketika harga bahan baku meningkat, biaya produksi tentu ikut terdorong. Kalau kemudian harga produk dinaikkan, ada risiko konsumen memilih untuk mengurangi pembelian karena harganya dianggap semakin berat,” ujar Heru.

Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri karena masyarakat kini cenderung lebih berhati-hati dalam mengalokasikan pengeluaran. Produk yang mengalami kenaikan harga berpotensi mengalami penurunan permintaan apabila konsumen memiliki pilihan lain dengan harga yang lebih sesuai kemampuan.

Karena itu, penguatan daya beli masyarakat menjadi salah satu hal yang dinilai penting bagi keberlangsungan UMKM. Ketika konsumsi masyarakat meningkat, perputaran transaksi di tingkat usaha kecil juga diharapkan ikut bergerak.

“Yang tentu kami harapkan adalah daya beli masyarakat kembali membaik. Kalau konsumsi meningkat, aktivitas usaha juga akan lebih terbantu,” tuturnya.

Di Balikpapan, kata Heru, sektor kuliner dan olahan pangan masih menjadi salah satu bidang yang banyak digeluti masyarakat. Kemunculan pelaku usaha baru di sektor tersebut turut mendorong pertumbuhan jumlah UMKM.

Meski jumlah pelaku usaha terus bertambah, pemerintah tetap perlu memperhatikan tantangan yang dihadapi UMKM dalam menjaga keberlangsungan usahanya. Bukan hanya soal jumlah, tetapi juga kemampuan mempertahankan omzet, mengendalikan biaya produksi dan menyesuaikan harga dengan kondisi pasar.

Heru berharap pertumbuhan UMKM yang terjadi dapat diikuti dengan kondisi usaha yang semakin kuat sehingga para pelaku usaha tidak sekadar bertambah secara jumlah, tetapi juga mampu bertahan menghadapi perubahan ekonomi.

“Pertumbuhan UMKM tentu menjadi hal yang positif, tetapi yang tidak kalah penting adalah bagaimana usaha-usaha tersebut bisa bertahan dan terus berkembang di tengah kondisi ekonomi yang dinamis,” pungkasnya. (*/ADV/Diskominfo Balikpapan)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button