KaltimKotaKutim

Atasi Dampak Kabut Asap di Sekolah, Disdikbud Kutim Perkuat Sinergi Distribusi Masker

Foto: Dinas Kesehatan bersama Disdikbud Kutim melakukan distribusi Masker Kesehatan kepada Koordinasi Wilayah, sebagai langkah antisipasi dini menghadapi Asap Karhutla. (Dok. Disdikbud Kutim)

Bujurnews, Sangatta – Kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah Kutai Timur (Kutim) membuat perlindungan terhadap siswa dan tenaga pendidik tak cukup hanya dengan menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim kini memperkuat langkah pencegahan bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) dan pemerintah kecamatan, termasuk memperluas distribusi masker medis.

Sekretaris Disdikbud Kutim Akhmad Asari mengatakan, kondisi kualitas udara menjadi perhatian serius karena anak-anak merupakan kelompok yang rentan terhadap dampak polusi udara. Karena itu, penanganan dilakukan secara lintas sektor agar perlindungan tidak berhenti pada kebijakan pendidikan semata.

“Pencegahan ini adalah kerja bersama lintas sektor. Dinas Kesehatan, jajaran pimpinan kecamatan atau para Camat, hingga dinas pendidikan turun tangan langsung membagikan masker medis bagi masyarakat dan warga sekolah. Koordinasi ini terus kami perkuat,” ujar Asari saat diwawancara, Senin (5/10/2026).

Menurut dia, pembagian masker menjadi salah satu langkah antisipasi untuk mengurangi risiko paparan asap. Terlebih, kualitas udara yang memburuk berpotensi meningkatkan gangguan kesehatan, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Disdikbud juga terus memantau perkembangan kondisi di lapangan melalui koordinasi bersama tim Asisten Pemkab Kutim dan para Camat. Rapat koordinasi dilakukan secara berkala melalui pertemuan daring.

Data dari puskesmas di masing-masing kecamatan menjadi salah satu bahan pemantauan. Informasi tersebut diperlukan agar langkah yang diambil pemerintah dapat menyesuaikan dengan kondisi kesehatan masyarakat dan kualitas udara di wilayah masing-masing.

“Sinergi ini penting agar kebijakan yang diambil Disdikbud sejalan dengan kondisi riil di tingkat kecamatan,” katanya.

Asari mengapresiasi dukungan Dinkes dan pemerintah kecamatan yang ikut bergerak dalam penanganan dampak kabut asap. Menurutnya, perlindungan terhadap anak sekolah membutuhkan respons bersama, terutama selama kondisi udara belum kembali normal.

“Kami mengapresiasi dukungan Dinkes dan para Camat yang sigap bergerak di lapangan. Harapan kita bersama, kondisi kualitas udara di Kutai Timur bisa segera membaik sehingga anak-anak dapat kembali belajar di sekolah dengan aman dan nyaman,” pungkasnya. (RR)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button