AdvertorialBalikpapanKota

Kualitas Udara Balikpapan Terus Dipantau, DLH Ingatkan Warga Kurangi Aktivitas Luar

Bujurnews.com, Balikpapan – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan terus memantau kondisi kualitas udara menyusul kabut asap yang terlihat cukup tebal pada pagi hari di sejumlah wilayah Kota Balikpapan, Kamis (8/10/2026).

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan belajar mengajar di sekolah, tetap berlangsung di tengah kualitas udara yang dapat berubah mengikuti kondisi cuaca dan pergerakan angin.

Kepala DLH Balikpapan, Sudirman Djayaleksana karib disapa Dirman, mengatakan pihaknya terus memantau kualitas udara melalui data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU). Pemantauan dilakukan untuk mengetahui kondisi udara sekaligus melihat perubahan konsentrasi partikulat yang berpotensi memengaruhi kesehatan masyarakat.

“Untuk kualitas udara kita tetap pantau melalui alat yang ada dan data ISPU. Perubahannya memang harus dilihat secara berkala karena kondisi udara bisa berubah tergantung cuaca, arah angin dan sumber asap,” kata Dirman saat dihubungi media ini, Kamis (8/10/2026).

Data ISPU menjadi salah satu acuan pemerintah dalam melihat tingkat pencemaran udara. Salah satu parameter yang menjadi perhatian adalah PM2.5, yakni partikel berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan.

Ditanya mengenai kondisi udara yang terlihat berkabut pada pagi hari serta apakah kondisi tersebut masih aman bagi anak-anak sekolah, Dirman meminta masyarakat tidak hanya melihat kondisi udara secara kasatmata. Kondisi kualitas udara perlu mengacu pada hasil pemantauan dan kategori ISPU yang berlaku.

“Kalau kondisi udara menurun, masyarakat kita minta mengurangi aktivitas di luar ruangan. Kemudian kalau memang harus keluar, bisa menggunakan masker sebagai perlindungan, terutama bagi kelompok yang rentan,” ujarnya.

Menurut Dirman, anak-anak termasuk kelompok yang perlu mendapat perhatian apabila kualitas udara mengalami penurunan. Karena itu, aktivitas luar ruangan dapat disesuaikan dengan kondisi kualitas udara pada saat tersebut.

DLH juga mengingatkan masyarakat agar tidak langsung panik ketika melihat kabut atau udara yang tampak keruh. Sebab, kondisi tersebut dapat dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kelembapan, cuaca, arah angin maupun keberadaan partikulat di udara.

Masyarakat juga diminta mengikuti perkembangan kualitas udara melalui informasi resmi ISPU sehingga dapat menentukan langkah yang tepat sebelum beraktivitas di luar rumah.

“Yang paling penting masyarakat melihat data yang resmi dan terus mengikuti perkembangan kualitas udara. Karena kondisi udara ini dinamis, bisa berubah setiap waktu,” pungkas Dirman. (*/ADV/Diskominfo Balikpapan)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button