Opini

Solusi Antre BBM Belum Ditemukan: Keberhasilan Fuel Card pun Disangsikan

Oleh: Rahmi Surainah, M.Pd alumni Pascasarjana Unlam Banjarmasin

Bujurnews, Opini – Fuel Card adalah kartu khusus yang diterbitkan oleh perusahaan migas, perbankan, atau pemerintah daerah untuk mengatur, mencatat, dan mengendalikan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM), baik untuk kepentingan bisnis maupun penyaluran BBM bersubsidi. Fuel card pun kini jadi solusi untuk mengurai antrean BBM di SPBU.

Pemkot Samarinda menggunakan fuel card untuk memperketat tata kelola penyaluran BBM bersubsidi. Sistem ini membuat kendaraan penerima teridentifikasi melalui nomor polisi sekaligus data pemilik sehingga akses pembelian dapat dibatasi sesuai peruntukan.

Mekanisme tersebut dirancang untuk menutup celah pembelian BBM subsidi secara berulang oleh kendaraan menjadi penanda utama dalam sistem sehingga satu kendaraan tidak bisa mengakses subsidi secara dobel. Namun persoalan muncul ketika pengendara dihadapkan pada administrasi berbelit atau gaptek alias gagap teknologi. Akibatnya bukannya menyelesaikan masalah malah melahirkan persoalan baru.

Akibat Tata kelola Kapitalistik

Pembatasan BBM bersubsidi kepada rakyat seakan menjadi perkara wajib. Subsidi hanya untuk orang miskin, selainnya maka dilarang. Skenario kuota subsidi pun dikurangi agar masyarakat beralih ke non subsidi. Hal ini terjadi karena Indonesia masuk dalam konspirasi global, yakni IMF agar zero subsidi. Dibatasinya kuota subsidi karena menganggap subsidi adalah beban negara.

Padahal BBM sebagai kebutuhan primer masyarakat. Seharusnya negara betul-betul memenuhinya. Sebagaimana yang terkandung dalam pasal 33 ayat 3 berbunyi:
“Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.”

Hanya saja, bunyi pasal tersebut sekedar tulisan tanpa implementasi. Inilah kondisi yang terjadi pada masyarakat Kaltim. Kondisi ini melanda hampir di seluruh wilayah Indonesia. Kekayaan alam yang melimpah ruah ternyata tidak mampu menyelesaikan masalah, meskipun sekedar terpenuhinya BBM.

Memang, ketika negara menerapkan sistem kapitalis otomatis liberalisasi-pun terjadi pada SDAE. Tata kelola dan kebijakan dalam mengelola SDAE berujung pada sulitnya mendapatkan BBM berupa pertalite atau solar. Bagaimana tidak saat ini sumber energi banyak dikuasai oleh pihak swasta dan asing. Kebijakan dari pemerintah pun masih berpihak kepada pemilik modal atau para kapitalis tersebut, dengan memberikan izin dan undang-undang sehingga mereka legal mengeksploitasi SDAE.

Seharusnya tidak akan terjadinya kelangkaan BBM sehingga berujung antre di SPBU. BBM seharusnya murah, mudah dicari, dan dinikmati oleh semua lapisan masyarakat. Namun, pelayanan murah, mudah, dan berkualitas tidak akan ditemui dalam urusan publik masyarakat yang menganut sistem kapitalis. Semuanya berbayar mahal jika ingin menikmatinya.

Kejahatan kapitalis demokrasi menjadikan peran penguasa hanya sebagai regulator, harga pun diserahkan kepada pasar. Penguasa tidak bertindak lagi memenuhi amanahnya dengan pelayanan terbaik untuk mempermudah masyarakat yang menjadi tanggung jawabnya. Seandainya mandsetnya pelayanan terbaik kepada masyarakat maka pemimpin akan memudahkan BBM dinikmati dengan murah dan mudah untuk semua.

Islam Solusi Antre BBM

Sistem Islam merupakan solusi mendasar atas permasalahan antrenya BBM. Islam akan membuat penguasanya amanah dalam melayani rakyat dengan terbaik, distributornya merata, tidak ada kasta semua bisa menikmati kekayaan SDAE.

Rasulullah Saw bersabda: “kaum muslim berserikat dalam tiga hal, yaitu air, padang rumput, dan api” (HR. Abu Daud). Termasuk dalam api adalah BBM.

Sistem pemerintahan Islam dengan perangkat sistem lainnya berasaskan akidah Islam. Di antaranya sistem ekonomi Islam, khususnya dalam pengelolaan SDA maka menurut pandangan Islam, hutan, air dan energi yang berlimpah wajib dikelola oleh negara. Selanjutnya hasilnya harus dikembalikan kepada rakyat dalam bentuk barang yang murah atau subsidi untuk kebutuhan primer semisal pendidikan, kesehatan, dan fasilitas umum.

Demikianlah semoga masyarakat semakin menyadari akan pentingnya kepemimpinan dan sistem Islam yang sebenarnya solusi atas semua permasalahan. Semoga masyarakat semakin menyadari buruknya sistem kapitalis saat ini yang salah satunya membuat kita mati di lumbung padi. Sistem Islamlah jawaban akan persoalan antre BBM, mari kita perjuangkan!

“Dan sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan”. (TQS. Al-A’raf: 96)
Wallahua’lam.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button