AdvertorialBalikpapanKota

Baru Ilir Siapkan 10 RT Ikuti Lomba CGH, Pemilahan Sampah Jadi Tantangan

Bujurnews.com, Balikpapan – Kelurahan Baru Ilir, Kecamatan Balikpapan Barat, mendorong warga membiasakan pemilahan sampah dari rumah menjelang penilaian lomba Clean, Green and Healthy (CGH) tingkat Kota Balikpapan. Perubahan perilaku masyarakat menjadi perhatian utama agar pengelolaan lingkungan tidak berhenti setelah lomba selesai.

Lurah Baru Ilir, Junaidi, mengatakan pihaknya menyiapkan dua kawasan yang melibatkan 10 rukun tetangga (RT) untuk mengikuti lomba tahun ini. Kawasan pertama berada di Dahor, tepatnya di belakang apartemen, sedangkan kawasan kedua berada di sekitar Asrama TNI dan wilayah sekitarnya.

Menurut Junaidi, konsep penilaian CGH tahun ini berbeda dari pelaksanaan sebelumnya. Jika sebelumnya penilaian dilakukan berdasarkan masing-masing RT, kini peserta dikelompokkan dalam kawasan yang terdiri dari lima RT berdekatan.

“Kami mengikutkan dua kawasan, berarti ada 10 RT. Kawasan pertama di Dahor, tepatnya di belakang apartemen, sedangkan kawasan kedua di sekitar Asrama TNI dan sekitarnya,” ujar Junaidi saat ditemui, Kamis (15/10/2026).

Persiapan telah dilakukan sejak beberapa bulan terakhir dengan melibatkan pengurus RT dan warga. Pembenahan tidak hanya menyasar kebersihan lingkungan, tetapi juga penghijauan, ketahanan pangan, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pengelolaan sampah rumah tangga.

Dalam pengelolaan sampah, warga didorong memisahkan sampah organik, anorganik, dan bahan berbahaya dan beracun (B3) sebelum dibuang. Untuk mendukung kegiatan tersebut, setiap RT memperoleh empat unit komposter melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Pertamina.

Komposter digunakan untuk mengolah sampah organik, seperti sisa makanan, menjadi kompos. Sementara sampah anorganik, termasuk botol plastik, diarahkan ke bank sampah agar dapat dimanfaatkan kembali dan memiliki nilai ekonomi.

Meski fasilitas sudah tersedia, Junaidi mengakui penerapan pemilahan sampah belum sepenuhnya menjadi kebiasaan warga. Sampah plastik masih kerap tercampur dengan sisa makanan, sehingga edukasi perlu dilakukan secara berulang melalui pengurus RT dan kader lingkungan.

“Mengubah pola pikir dan kebiasaan masyarakat memang tidak mudah. Ada warga yang sekali diberi pemahaman langsung mau mengikuti, tetapi ada juga yang harus berkali-kali diingatkan. Karena itu, kami meminta RT dan kader agar tidak bosan memberikan edukasi,” katanya.

Partisipasi warga mulai terlihat di salah satu kawasan peserta CGH. Junaidi menyebut, jumlah warga yang tercatat sebagai nasabah bank sampah di kawasan tersebut telah mencapai sekitar 59 orang. Angka ini diharapkan terus bertambah seiring meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai manfaat memilah sampah.

Dari sisi pengalaman, kedua kawasan memiliki kesiapan berbeda. Kawasan sekitar Asrama TNI baru pertama kali mengikuti lomba CGH dalam skala kawasan, sedangkan kawasan lainnya pernah mengikuti kegiatan serupa. Pada pelaksanaan sebelumnya, perwakilan Baru Ilir belum berhasil meraih juara, meski salah satu RT pernah mendapat penghargaan sebagai motivator lingkungan.

Junaidi menambahkan, pihaknya telah menerima pembinaan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sebanyak dua kali. Penilaian dijadwalkan berlangsung pada 21 Oktober 2026 untuk kawasan pertama dan 22 Oktober 2026 untuk kawasan kedua.

Ia berharap kegiatan CGH menjadi pemicu bagi masyarakat untuk menjaga lingkungan secara berkelanjutan, bukan hanya saat menghadapi penilaian. Menurutnya, pengurangan sampah harus dimulai dari sumbernya agar beban sampah yang dibawa ke tempat pembuangan sementara (TPS) dapat ditekan.

“Harapan kami, melalui CGH ini masyarakat semakin peduli terhadap sampah. Pemilahan harus dimulai dari rumah masing-masing, sehingga sampah yang dibawa ke TPS bisa berkurang,” pungkasnya. (*/ADV/Diskominfo Balikpapan)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button