KotaKutim

Karhutla Meluas hingga 5 Hektare di Sangatta Utara, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api di Lahan Gambut

Foto: Petugas dan relawan berjibaku memadamkan api yang kembali melahap lahan gambut di Sangatta. (Dok. Polres Kutim)

Bujurnews, Sangatta – Sisa bara kebakaran sebelumnya kembali memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan KH Abdullah, Gang Sehati II, RT 49, Desa Sangatta Utara, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Jumat (16/10/2026).

Api melahap sekitar lima hektare lahan semak belukar yang berada di kawasan gambut. Tiupan angin kencang membuat kobaran api cepat meluas, sementara bara yang tersimpan di dalam tanah menyulitkan petugas memastikan seluruh titik api benar-benar padam.

Tim gabungan pun berjibaku melakukan pemadaman. Personel TNI-Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran, Masyarakat Peduli Api (MPA), unsur perusahaan, relawan, hingga warga setempat dikerahkan untuk mengendalikan api agar tidak merembet ke kawasan lain, terutama mendekati permukiman warga.

Kapolres Kutai Timur AKBP Aryansyah melalui Kapolsek Sangatta Utara AKP Bambang Eko menjelaskan, upaya pemadaman menghadapi sejumlah kendala. Selain angin kencang, karakteristik lahan gambut dan titik api di bagian tengah yang sulit dijangkau membuat proses pemadaman berlangsung lebih berat.

“Personel gabungan telah melakukan upaya pemadaman sejak tiba di lokasi. Namun, kondisi lahan gambut, angin yang bertiup kencang, serta titik api di bagian tengah yang sulit dijangkau menjadi kendala dalam proses pemadaman,” ujar Bambang Eko.

Berdasarkan laporan di lapangan, titik api pertama kali terpantau warga sekitar pukul 11.40 Wita di kawasan Gang Sehati II. Kebakaran diduga berasal dari sisa bara api di lokasi kebakaran sebelumnya, yakni Gang Zainal Abidin, RT 49, yang kembali menyala di bawah tumpukan semak belukar kering.

Sekitar pukul 12.30 Wita, tim gabungan tiba di lokasi dan langsung melakukan penyemprotan. Namun, situasi semakin sulit ketika angin kencang bertiup sekitar pukul 16.20 Wita. Kobaran api dengan cepat meluas ke arah semak belukar yang berbatasan dengan Jalan Guru Besar.

Medan yang sulit membuat petugas tidak leluasa menjangkau titik api di bagian tengah lahan. Kendaraan pemadam tidak dapat masuk ke area tersebut, sedangkan jangkauan selang pemadam konvensional juga terbatas.

Setelah api di Gang Sehati II berhasil ditekan sekitar pukul 18.00 Wita, tim gabungan melakukan evaluasi untuk menyusun strategi penanganan lanjutan terhadap titik api yang mengarah ke Jalan Guru Besar.

“Penanganan terus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan. Kami mengutamakan upaya pengendalian agar api tidak merambat lebih luas dan membahayakan masyarakat,” tegasnya.

Pemadaman melibatkan puluhan personel dari berbagai unsur. Dukungan armada terdiri atas dua unit mobil pemadam BPBD Kutim, satu unit mobil pemadam dari Yonif Teritorial Pembangunan (Yon TP), satu armada suplai air, serta kendaraan power supply dari sektor swasta, termasuk PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan PT Pama/Indominco.

Personel yang terlibat di antaranya jajaran Polsek Sangatta Utara, Polres Kutim, Koramil Sangatta Utara, Bhabinkamtibmas, BPBD, tim pemadam kebakaran, relawan Laskar Kebangkitan Kutai (LKK), MPA, dan prajurit Yon TP.

Hingga laporan terakhir pada pukul 18.10 Wita, asap dan titik api masih terpantau di bagian tengah lahan gambut yang belum tersentuh petugas akibat keterbatasan akses. Gangguan jaringan komunikasi dan sinyal di sekitar lokasi turut menjadi tantangan dalam koordinasi tim di lapangan.

Meski kebakaran meluas hingga sekitar lima hektare, tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Sementara itu, penyebab pasti kembali munculnya api masih dalam penyelidikan berdasarkan temuan di lapangan.

Bambang Eko mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama di tengah kondisi cuaca panas dan angin kencang. Warga juga diminta segera melapor apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran lahan. Api yang terlihat kecil bisa kembali menyala di lahan gambut dan menyebar ketika tertiup angin kencang,” pungkasnya. (RR)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button