AdvertorialBalikpapanKota

Kualitas Udara Membaik, Rahmad: Sekolah di Balikpapan Kembali Tatap Muka

Bujurnews.com, Balikpapan – Kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah Balikpapan kembali berlangsung secara normal setelah sebelumnya menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat kualitas udara yang tidak sehat. Meski demikian, jam masuk sekolah disesuaikan menjadi pukul 08.00 WITA sebagai langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap.

Wali Kota Balikpapan H Rahmad Mas’ud, SE, mengatakan keputusan kembali menggelar pembelajaran tatap muka diambil setelah pemerintah daerah memantau perkembangan kualitas udara bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Berdasarkan hasil pemantauan pada Minggu (18/10/2026), kualitas udara Balikpapan berada pada angka 71 dan masuk kategori sedang. Kondisi tersebut menjadi pertimbangan untuk mengakhiri sementara kebijakan PJJ yang sebelumnya diberlakukan demi melindungi kesehatan peserta didik.

Rahmad menjelaskan, pembelajaran jarak jauh awalnya diterapkan selama tiga hari, yakni Rabu hingga Jumat. Namun, karena kondisi udara pada Jumat masih berada dalam kategori kurang sehat, kebijakan tersebut diperpanjang hingga Sabtu.

“Pekan lalu kami melihat hasil pemantauan dari DLH dan melakukan koordinasi. Karena kualitas udara tidak sehat, kami mengambil langkah untuk melindungi anak-anak yang bersekolah. Awalnya PJJ diberlakukan selama tiga hari, dari Rabu sampai Jumat, kemudian diperpanjang hingga Sabtu karena kondisi udara saat itu masih kurang sehat,” ujar Rahmad saat diwawancarai, Senin (19/10/2026).

Ia menuturkan, keputusan menghentikan sementara PJJ tidak berarti pemerintah mengabaikan potensi perubahan kualitas udara. Pemantauan akan terus dilakukan untuk memastikan kegiatan belajar mengajar dapat berjalan tanpa mengesampingkan kesehatan siswa.

Menurut Rahmad, penyesuaian jam masuk sekolah menjadi pukul 08.00 WITA merupakan salah satu langkah yang diterapkan saat pembelajaran tatap muka kembali berjalan. Kebijakan tersebut akan dievaluasi mengikuti perkembangan kondisi udara di Balikpapan.

Apabila kualitas udara kembali memburuk hingga masuk kategori tidak sehat, pemerintah daerah membuka kemungkinan menerapkan kembali PJJ. Langkah itu diperlukan agar peserta didik tidak terlalu terpapar polusi udara saat menjalani aktivitas di sekolah maupun perjalanan menuju tempat belajar.

Rahmad menegaskan, keputusan terkait metode pembelajaran akan mempertimbangkan hasil pemantauan kualitas udara dan risiko kesehatan bagi anak-anak. Pemerintah tidak ingin kegiatan belajar mengajar berlangsung normal apabila kondisi lingkungan justru membahayakan peserta didik.

Ia juga menekankan bahwa kebijakan tersebut bersifat menyesuaikan situasi, sehingga masyarakat perlu mengikuti perkembangan informasi resmi dari pemerintah daerah dan instansi terkait.

“Kemarin, Minggu, kualitas udara sudah turun ke angka 71 atau kategori sedang. Karena itu, hari ini sekolah kembali berjalan normal dengan penyesuaian jam masuk. Namun, kalau nanti kualitas udara kembali tidak sehat, PJJ bisa diberlakukan lagi. Bagi kami, kesehatan anak-anak tetap lebih penting dari segala-galanya,” tutupnya. (*/ADV/Diskominfo Balikpapan)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button