AdvertorialBalikpapanKota

Disporapar Balikpapan Matangkan Persiapan Porprov, 1.100 Atlet dan Pelatih Disiapkan

Bujurnews.com, Balikpapan – Kesiapan kontingen Balikpapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur 2026 masih dihadapkan pada persoalan pembiayaan. Jumlah atlet dan pelatih yang akan diberangkatkan mencapai sekitar 1.100 orang dari 59 cabang olahraga (cabor), atau lebih banyak dibandingkan kapasitas anggaran yang sebelumnya direncanakan.

Untuk mengantisipasi kekurangan tersebut, Pemerintah Kota Balikpapan bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) mulai menjajaki sumber pendanaan tambahan. Salah satu alternatif yang dipertimbangkan adalah menggandeng perusahaan melalui program tanggung jawab sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disporapar) Kota Balikpapan sekaligus Ketua KONI Balikpapan, Ratih Kusuma, mengatakan angka peserta tersebut merupakan hasil verifikasi terhadap kebutuhan kontingen dari masing-masing cabang olahraga.

“Berdasarkan pendataan yang sudah diverifikasi, ada sekitar 1.100 atlet dan pelatih dari 59 cabang olahraga yang dipersiapkan untuk mengikuti Porprov Kaltim 2026,” kata Ratih, Kamis (22/10/2026).

Jumlah itu melampaui perhitungan dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA), yang sebelumnya mengakomodasi kebutuhan sekitar 950 orang. Dengan demikian, terdapat tambahan sekitar 150 orang yang perlu diperhitungkan dalam pemenuhan biaya keberangkatan kontingen.

Dari keseluruhan peserta yang terdata, sekitar 950 orang merupakan atlet, sedangkan sisanya adalah pelatih. Meski demikian, komposisi akhir masih dapat menyesuaikan dengan pembaruan data dari setiap cabang olahraga.

Ratih menjelaskan, keikutsertaan Balikpapan tidak hanya diarahkan pada sejumlah cabang olahraga tertentu. Daerah ini berencana mengirimkan wakil pada seluruh cabor yang dipertandingkan, sehingga kebutuhan persiapan harus diselaraskan dengan kemampuan pembiayaan.

Kondisi tersebut membuat koordinasi antara Disporapar, KONI, pengurus cabang olahraga, dan pihak terkait menjadi penting. Anggaran yang tersedia perlu disesuaikan dengan hasil verifikasi, sementara kebutuhan yang belum terakomodasi harus dicarikan jalan keluarnya.

Salah satu pilihan yang dibuka adalah dukungan dari sektor swasta melalui CSR. Pendanaan tambahan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan kontingen, mulai dari keberangkatan hingga akomodasi dan fasilitas selama atlet menjalani pertandingan.

Sebelumnya, DPRD Balikpapan juga mendorong KONI dan pengurus cabang olahraga untuk lebih aktif menjalin komunikasi dengan perusahaan yang berpotensi memberikan dukungan. Langkah tersebut dinilai perlu dilakukan sejak dini agar kebutuhan pembiayaan dapat dipetakan dan tidak menghambat persiapan menjelang kompetisi.

Namun, penjajakan bantuan tetap perlu disertai perhitungan kebutuhan yang terperinci. Data atlet, pelatih, serta kebutuhan setiap cabang olahraga menjadi dasar untuk memperkirakan besaran anggaran yang masih harus dipenuhi.

Di sisi lain, Porprov Kaltim 2026 menjadi kesempatan bagi Balikpapan untuk mengevaluasi hasil pembinaan olahraga sekaligus menguji kemampuan atlet di tingkat provinsi. Keikutsertaan kontingen dalam berbagai cabang olahraga juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan pembinaan atlet daerah.

Karena itu, pemenuhan kebutuhan kontingen tidak hanya bertumpu pada pemerintah dan KONI. Keterlibatan dunia usaha diharapkan ikut memperkuat persiapan agar atlet dan pelatih dapat menjalankan pertandingan dengan dukungan yang memadai.

Ratih berharap koordinasi berbagai pihak dapat membantu mengatasi kebutuhan pendanaan yang belum terpenuhi. “Kami ingin seluruh atlet dan pelatih yang sudah dipersiapkan bisa berangkat dan bertanding dengan dukungan yang cukup. Untuk itu, kebutuhan kontingen harus dihitung dengan baik dan dukungan dari berbagai pihak perlu terus diupayakan,” pungkasnya. (*/ADV/Diskominfo Balikpapan)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button