
Bujurnews, Kutim – Upaya mendukung ketahanan pangan nasional terus dilakukan jajaran Polri. Salah satunya melalui kegiatan panen jagung yang dilaksanakan Polsek Muara Wahau bersama Pemerintah Desa Wahau Baru di RT 05 (SP2), Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Senin (29/12/2025) pagi.
Panen jagung tersebut merupakan bagian dari Program Ketahanan Pangan yang memanfaatkan lahan desa seluas 2 hektare. Jagung hibrida yang dipanen diketahui mulai ditanam sejak 9 September 2025 dan dibiayai melalui Dana Desa dengan total anggaran sebesar Rp63.657.000.
Kegiatan ini dihadiri Kapolsek Muara Wahau IPTU Sumartono, Kepala Desa Wahau Baru Selamet, Ketua BPD Desa Wahau Baru Siswantoyo, perangkat desa, personel Polsek Muara Wahau, serta pembeli hasil panen.
Dari lahan yang dikelola bersama tersebut, total produksi jagung mencapai 2.105 kilogram. Hasil panen kemudian dijual kepada pembeli bernama Yadi dengan harga Rp3.500 per kilogram, sehingga menghasilkan nilai penjualan sebesar Rp7.400.000.
Proses transaksi berlangsung secara tertib dan transparan, ditandai dengan penyerahan kwitansi serta uang hasil penjualan langsung kepada Kepala Desa Wahau Baru.
Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto mengapresiasi keberhasilan Polsek Muara Wahau dan Pemerintah Desa Wahau Baru dalam menjalankan program ketahanan pangan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara Polri dan masyarakat.
“Program ini tidak hanya menghasilkan panen, tetapi juga memperkuat kolaborasi dan mendorong kemandirian pangan masyarakat desa. Kami sangat mengapresiasi pelaksanaannya yang berjalan dengan baik dan transparan,” ujar AKBP Fauzan Arianto.
Ia menambahkan, Polri akan terus mendukung program-program produktif yang berdampak langsung pada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Kapolsek Muara Wahau IPTU Sumartono menyampaikan bahwa kegiatan panen jagung ini merupakan bentuk komitmen Polsek Muara Wahau dalam mendukung program pemerintah sekaligus mempererat kemitraan dengan masyarakat.
“Kami berharap program ketahanan pangan ini dapat berkelanjutan, memberi manfaat nyata bagi warga, serta menjadi contoh bagi desa dan wilayah lainnya,” ujar IPTU Sumartono. (Ma/ja)




