EkonomiKutim

Stok Beras Kutim Dipastikan Aman hingga Lebaran, Harga Turun ke Rp15.400 per Kg

Bujurnews, Sangatta – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kutai Timur (Disperindag Kutim) memastikan stok beras di Kabupaten Kutai Timur dalam kondisi aman hingga Lebaran. Kepastian tersebut disampaikan usai pelaksanaan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Induk Sangatta, gudang distributor, hingga toko ritel modern, Sabtu (28/2/2026).

Fungsional Ahli Madya Disperindag Kutim, Benita Yapin, mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke tiga distributor beras di Kutim. Hasilnya, stok dinyatakan mencukupi hingga Idulfitri.

“Stok beras aman sampai Lebaran, tidak ada kekhawatiran kehabisan. Tadi kami sudah cek langsung ke gudang distributor, dan persediaannya banyak,” ungkapnya.

Terkait temuan sebelumnya mengenai harga beras yang sempat dijual di atas harga eceran tertinggi (HET), Benita menjelaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan distributor. Dalam sepekan terakhir, harga beras sudah kembali turun.

Menurutnya, kenaikan harga sebelumnya bukan karena unsur kesengajaan, melainkan dipengaruhi masa panen di daerah produsen, seperti Sulawesi. Dia menjelaskan, Kutai Timur merupakan daerah konsumen yang sebagian besar kebutuhan berasnya dipasok dari luar daerah.

“Kita ini bukan daerah penghasil, hampir semua komoditas didatangkan dari luar. Jadi harga mengikuti masa panen di daerah produsen, yang saat masa panen, harga turun, tapi saat masa tanam dan stok berkurang, harga bisa naik,” jelasnya.

Berita terkait : Disperindag Kutim Sidak Pasar Induk: Cabai Turun, Daging Stabil

Dia menambahkan, fluktuasi harga di Kutim sangat bergantung pada harga dari daerah asal, baik dari Sulawesi maupun Jawa. Jika harga di tingkat produsen naik, maka harga di daerah konsumen seperti Kutim juga ikut terdampak.

Saat ini, harga beras premium di tingkat pengecer atau toko ritel berada di angka Rp15.400 per kilogram, sesuai HET. Sementara di tingkat distributor atau agen, harga tercatat Rp15.200 per kilogram.

“Selisihnya hanya sekitar Rp200 per kilo, jadi margin pedagang tidak besar,” terangnya.

Benita juga menyebut, pihaknya telah berkoordinasi bersama sejumlah instansi terkait, termasuk aparat kepolisian dan perwakilan Bulog, untuk menjaga stabilitas harga pangan di Kutim.

“Kami berkomitmen bersama seluruh OPD terkait agar harga tetap stabil dan masyarakat tidak terbebani,” pungkasnya. (ma/rc)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button