KaltimKotaKutim

Sidak Jelang Idulfitri, Wabup Kutim Temukan Pasar Induk Sangatta Selatan Belum Optimal

Bujurnews, Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), agen LPG, hingga pasar tradisional guna memantau harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 h.

Sidak yang dipimpin Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi tersebut melibatkan tim gabungan dari unsur Forkopimda serta sejumlah perangkat daerah terkait.

Wabup Mahyunadi mengatakan, kegiatan ini bertujuan memastikan harga dan stok kebutuhan masyarakat tetap terkendali menjelang Lebaran, khususnya komoditas yang kerap menjadi perhatian seperti gas LPG dan bahan bakar minyak (BBM).

“Alhamdulillah sidak pertama ini kita lakukan untuk memantau harga menjelang Lebaran, selain harga juga ketersediaannya. Yang biasanya menjadi krusial itu pertama adalah gas LPG 3 kilogram yang digunakan masyarakat, kemudian yang kedua ketersediaan BBM,” ujarnya, Jumat (13/03/2025).

Selain itu, tim juga melakukan pemantauan di pasar tradisional untuk mengecek harga sembilan bahan pokok penting (bapokting), termasuk ikan dan daging.

Menurut Mahyunadi, secara umum harga bahan pokok masih relatif stabil, meskipun terdapat kenaikan pada beberapa komoditas seperti cabai.

“Alhamdulillah sejauh ini cukup bagus, walaupun ada kenaikan terutama pada cabai yang memang agak susah dikendalikan. Tapi komoditas lainnya cenderung normal,” katanya.

Dalam sidak tersebut, Pemkab Kutim juga menemukan sejumlah kendala di lapangan, di antaranya kondisi jalan menuju pasar yang mulai rusak dan longsor, serta beberapa kios yang perlu diperbaiki.

Selain itu, pasar induk Sangatta Selatan diketahui belum dimanfaatkan secara maksimal oleh para pedagang.

“Kita juga mendapatkan beberapa masukan dari pedagang. Ada jalan yang mulai longsor, kios yang perlu diperbaiki, dan pasar induk Sangatta Selatan yang hampir tidak terpakai. Ini akan kita rapatkan kembali agar bisa dimaksimalkan,” jelasnya.

Selain itu, Mahyunadi juga meninjau pelaksanaan pasar murah yang digelar oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Timur. Ia memastikan langsung kepada masyarakat mengenai perbedaan harga yang ditawarkan dalam program tersebut.

“Menurut masyarakat, kalau membeli di pasar bisa sekitar Rp300 ribu, tetapi di pasar murah hanya sekitar Rp100 ribu. Artinya memang ada selisih sekitar Rp150 ribu sampai Rp200 ribu,” ungkapnya.

Namun demikian, ia menilai jumlah paket sembako yang disediakan masih perlu ditambah agar lebih banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya.

“Tadi kita sediakan untuk Sangatta Utara sebanyak 2.338 paket sembako. Mudah-mudahan ke depan volumenya bisa kita tambah agar semakin banyak masyarakat yang mendapatkan manfaat dari pasar murah,” pungkasnya. (Ma/)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button