Manajemen KPC Hadiri Pengukuhan Pemangku Adat Kutai Timur, Tegaskan Komitmen Jaga Harmoni Budaya
Bujurnews, Sangatta – Manajemen PT Kaltim Prima Coal (KPC) menghadiri acara Penyerahan Sabda Pandita Ratu, Pengukuhan Pemangku Adat Istiadat Kutai Timur, sekaligus Peresmian Rumah Adat Kutai yang digelar di Rumah Adat Kutai, Jalan Ring Road Sangatta, Rabu (22/4/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Sultan Aji Muhammad Arifin, yang memimpin prosesi adat, serta Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman yang menyerahkan keputusan pengukuhan pemangku adat. Ratusan tamu undangan turut hadir, mulai dari unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD), TNI-Polri, lembaga adat, hingga perwakilan perusahaan.
Acara ini turut menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat adat, dan dunia usaha dalam menjaga stabilitas sosial serta mendorong pembangunan berkelanjutan di Kutai Timur.
Kepala Adat Kutai Sangatta, Kasmo Pital, dalam sambutannya menegaskan bahwa pengukuhan pemangku adat bukan sekadar jabatan, melainkan amanah besar untuk menjaga marwah dan martabat masyarakat Kutai. Ia mengajak seluruh pengurus adat untuk terus melestarikan nilai-nilai luhur, memperkuat identitas budaya, serta menjaga keharmonisan di tengah keberagaman.
Dalam kesempatan tersebut, KPC diwakili oleh jajaran manajemen, di antaranya General Manager External Affairs and Sustainable Development (ESD) Wawan Setiawan, Manager External Relations Nanang Supriyadi, Act Manager Community Empowerment Muhammad Yusuf, serta Superintendent Local Business Development (LBD) Faizal.
General Manager ESD KPC, Wawan Setiawan, menyampaikan bahwa kehadiran perusahaan merupakan bentuk penghormatan terhadap struktur adat dan budaya masyarakat Kutai di wilayah operasional perusahaan.
“Kehadiran kami adalah wujud penghormatan terhadap adat istiadat masyarakat Kutai, sekaligus upaya membangun hubungan yang harmonis serta pengakuan atas eksistensi masyarakat adat,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen KPC dalam menjaga kemitraan dan sinergi dengan pemangku adat serta pemerintah daerah. Salah satu bentuk nyata komitmen tersebut diwujudkan melalui program pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.
Melalui program Local Business Development (LBD), KPC bekerja sama dengan Lembaga Adat Kutai Sangatta dalam mengembangkan usaha masyarakat, khususnya melalui pelatihan Usaha Urang Sengata Berdaya (USB). Program ini telah berjalan sejak 2023 dan berlanjut hingga 2026, dengan fokus pada peningkatan kapasitas pelaku UMKM ultra mikro, mikro, kecil, dan menengah.
Menurut Wawan, peran lembaga adat juga menjadi bagian penting dalam mendukung keberlanjutan operasional perusahaan.
“Lembaga adat berperan membantu memastikan nilai dan aturan lokal tetap dihormati, sekaligus mendukung operasional perusahaan agar berjalan selaras dengan budaya setempat,” tambahnya. (why/rc)




