KotaKutim

Legacy Training Program PAMA KPCB Cetak 179 Operator HD-785, Kutim Siapkan Masa Depan Pekerja Tambang

Foto bersama peserta Legacy Training Program PT Pamapersada Nusantara (PAMA) site KPCB di Kecamatan Bengalon

Bujurnews, Sangatta – Di tengah gelombang transformasi industri tambang yang terus bergerak menuju era modernisasi dan efisiensi kerja, PT Pamapersada Nusantara (PAMA) site KPCB di Kecamatan Bengalon menghadirkan secercah harapan baru bagi ratusan tenaga kerja lokal. Sebanyak 179 peserta Legacy Training Program resmi diluluskan sebagai operator alat berat Heavy Duty (HD)-785, sebuah kompetensi yang kini menjadi kebutuhan vital dalam industri pertambangan masa depan.

Program tersebut menjadi lebih dari sekadar pelatihan kerja biasa. Di balik deru mesin alat berat dan dinamika industri ekstraktif, Legacy Training Program hadir sebagai jembatan transisi bagi para eks pekerja terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) agar tetap memiliki daya saing di tengah perubahan zaman.

Langkah strategis PT PAMA itu pun mendapat apresiasi dari Ardiansyah Sulaiman. Menurutnya, keputusan perusahaan memberikan pembekalan keterampilan sebelum melepas tenaga kerja merupakan bentuk tanggung jawab industri yang patut diapresiasi.

Ia menilai, keputusan merumahkan pekerja bukanlah situasi yang diinginkan oleh perusahaan. Namun, kondisi tertentu memaksa manajemen mengambil langkah cepat demi menjaga keberlangsungan operasional usaha.

“Bahwa ini merupakan tanggung jawab perusahaan, saya yakin mereka juga tidak ingin mengeluarkan atau memutuskan hubungan. Tetapi karena kejadian sesuatu yang mereka harus segera diselesaikan,” ujar Ardiansyah, Jumat (22/5/2026).

Bupati Kutai Timur itu juga mengaku bersyukur karena para tenaga kerja lokal kini telah memiliki kemampuan teknis yang semakin matang setelah melewati berbagai tahapan pelatihan hingga batch ketiga. Keterampilan mengoperasikan unit HD-785 dinilai menjadi modal besar untuk kembali terserap di sektor pertambangan maupun industri strategis lainnya.

Sebagai bentuk keberlanjutan program, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur turut bergerak membangun komunikasi dengan sejumlah perusahaan besar di daerah. Salah satunya dengan meminta PT Dharma Henwa membuka peluang kerja bagi alumni Legacy Training Program yang telah memiliki pengalaman dan kompetensi lapangan.

Tidak hanya itu, Ardiansyah juga mendorong perusahaan lain seperti PT Indexim Coalindo dan PT Indominco Mandiri untuk mulai menerapkan program pelatihan tenaga kerja secara berkala dan berjenjang, tanpa harus menunggu momentum PHK terjadi.

“Jangan sampai perusahaan hanya menunggu saat PHK lalu ada keinginan untuk memberikan pembekalan. Lakukan pembekalan itu secara mungkin juga terjadwal dengan baik atau mungkin berjenjang, supaya semua siap,” katanya.

Sementara itu, Project Manager PT Pamapersada Nusantara site KPCB, Sigit Nugroho, menegaskan bahwa Legacy Training Program dirancang sebagai ruang pembelajaran sekaligus bekal masa depan bagi para eks pekerja perusahaan.

Menurutnya, pengalaman bekerja di lingkungan PAMA selama ini merupakan proses pembelajaran yang harus terus dikembangkan menjadi kompetensi nyata agar para pekerja tetap relevan dengan kebutuhan industri modern.

“Makanya, pada saat teman-teman itu bekerja di PAMA, itu sebagai pembelajaran. Ini nanti pada saat selesai ini, mereka bisa bekerja,” ujar Sigit.

Pemilihan fokus pelatihan operator alat berat HD-785 dalam program padat karya tersebut didasarkan pada tingginya kebutuhan industri terhadap tenaga operator alat berat berkapasitas besar. Langkah itu diambil agar peluang kerja para alumni dapat terserap secara maksimal dan lebih efektif.

Melalui pembekalan intensif tersebut, manajemen PT PAMA juga berupaya menjaga semangat dan motivasi para peserta agar tetap optimistis membangun kemandirian ekonomi di tengah tantangan industri yang terus berubah.

Dengan berakhirnya masa pelatihan, perusahaan berharap seluruh wisudawan dapat segera kembali produktif dan tidak terjebak dalam pengangguran. Sebab, keterampilan dasar dan pengalaman lapangan yang mereka miliki dinilai sudah cukup kuat untuk menjadi modal bersaing di dunia kerja.

“Para wisudawan tidak boleh nganggur. Sudah punya bekal, udah punya modal, tinggal kemauan dari masing-masing pribadinya,” pungkas Sigit. (soc/rc)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button