Peran Ayah Dinilai Penting, DPRD Samarinda Dorong Pengasuhan Bersama Cegah Stunting

Bujurnews.com, Samarinda – Pencegahan stunting di Kota Samarinda dinilai perlu dimulai dari lingkungan keluarga dengan melibatkan peran ayah dan ibu secara seimbang. DPRD Kota Samarinda menekankan ayah tidak hanya bertanggung jawab memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, tetapi juga perlu terlibat dalam menjaga tumbuh kembang anak sejak masa kehamilan.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Yakob Pangedongan, mengatakan stunting merupakan persoalan mendasar yang berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia. Penanganannya karena itu perlu dilakukan secara berkelanjutan sejak anak masih berada dalam kandungan hingga tumbuh besar.
“Stunting ini memang satu persoalan yang mendasar untuk generasi kita ke depan. Jadi, harus dipersiapkan dan dikelola secara baik sejak dari kandungan sampai anak lahir dan besar,” ujar Yakob, Rabu (9/9/2026).
Menurutnya, keterlibatan kedua orang tua menjadi fondasi penting dalam upaya tersebut. Tanggung jawab memastikan kebutuhan kesehatan, gizi, pengasuhan dan perkembangan anak tidak semestinya hanya dibebankan kepada ibu.
“Ayah dan ibu sama-sama penting. Bukan hanya mencari nafkah, tetapi ayah juga harus peduli terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak,” tegasnya.
Yakob menilai penguatan peran keluarga perlu berjalan beriringan dengan program pemerintah dan keterlibatan berbagai elemen masyarakat. Sejumlah kegiatan yang melibatkan organisasi maupun kelompok masyarakat dinilai dapat membantu memperluas upaya pencegahan stunting.
“Banyak kegiatan yang sangat mendukung bagaimana stunting ini semakin hari semakin kita turunkan. Pemerintah Kota juga berkomitmen untuk terus menurunkannya,” katanya.
Ia mencontohkan keterlibatan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) hingga program Garasi Anak sebagai bentuk kolaborasi yang dapat mendukung perhatian terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak.
Komisi IV DPRD Samarinda menyatakan dukungannya terhadap program serupa untuk diperluas ke berbagai wilayah. Kolaborasi pemerintah, tenaga kesehatan, organisasi masyarakat dan keluarga diharapkan membuat pencegahan stunting semakin efektif.
“Harapannya kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan di tempat-tempat lain. Kami dari Komisi IV sangat mendukung karena ini juga merupakan mitra kami,” pungkasnya.
DPRD berharap penguatan peran ayah dan ibu dapat menjadi bagian dari strategi jangka panjang menekan stunting. Upaya tersebut dinilai penting untuk mempersiapkan generasi Samarinda yang sehat dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.
(Rir/Adv DPRD Samarinda)