
Foto: Pembangunan intake ponton sebagai fasilitas pengambilan air baku di Sungai Sangatta.
Bujurnews, Sangatta – Perumda Air Minum Tirta Tuah Benua Kutai Timur (Perumdam Kutim) terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga ketersediaan air bersih di tengah kondisi musim kemarau. Salah satunya dengan membangun intake ponton sebagai fasilitas pengambilan air baku di Sungai Sangatta.
Ponton pompa tersebut mulai diturunkan pada Selasa (22/9/2026). Proses pemasangan turut disaksikan Direktur Utama Perumdam Kutim Suparjan, Dewan Pengawas Arjohansyah, Manajer Produksi Fahrul, Asisten Manajer Perawatan Teknik Daniel Linggi, serta jajaran Divisi Perencanaan Teknik.
Staf Perencanaan Teknik Perumdam Kutim, Hary Purnomo, menjelaskan, ponton memiliki panjang 5,5 meter, lebar 3,5 meter dan tinggi sekitar 1 meter. Pada bagian atasnya akan dilengkapi atap setinggi 2,5 meter.
“Penambahan atap merupakan modifikasi atas arahan Direktur Utama untuk melindungi pompa dari panas dan hujan. Ponton juga dilengkapi pagar besi untuk memberikan keamanan bagi operator saat melakukan pengecekan maupun perawatan,” jelas Hary melalui pesan WhatsApp.
Pagar tersebut juga menjadi perlindungan tambahan bagi petugas, mengingat kawasan Sungai Sangatta masih menjadi habitat satwa liar, termasuk buaya.
Pompa sentrifugal yang ditempatkan di atas ponton memiliki bobot sekitar 700 kilogram dengan kapasitas hingga 150 liter per detik. Penggunaan ponton dipilih karena dapat mengikuti perubahan muka air akibat kondisi pasang surut Sungai Sangatta.
Dengan sistem tersebut, posisi pompa dapat menyesuaikan ketinggian permukaan air sehingga pengambilan air baku diharapkan tetap optimal, terutama ketika debit sungai mengalami penurunan pada musim kemarau.
“Tujuannya untuk memaksimalkan suplai air kepada masyarakat, khususnya saat musim kemarau. Ponton ini bisa mengikuti pasang surut air sungai,” ujarnya.
Sementara itu, Manajer Produksi Perumdam Kutim Fahrul mengatakan, setelah ponton diturunkan, pekerjaan dilanjutkan dengan penyelesaian sejumlah komponen pendukung agar sistem dapat segera diuji dan dioperasikan.
“Atas arahan Direktur Utama, pompa ditargetkan sudah dapat dioperasikan pada akhir September 2026,” ungkap Fahrul.
Saat ini, pekerjaan masih difokuskan pada penyelesaian jembatan penghubung menuju ponton. Selain menjadi akses bagi petugas untuk melakukan pengecekan dan perawatan, jembatan tersebut juga berfungsi sebagai jalur penyangga pipa menuju ponton.
“Sekarang masih pengerjaan jembatan, termasuk pengelasan di sejumlah bagian,” terangnya saat berkoordinasi dengan Divisi AMDK.
Fahrul menambahkan, berdasarkan pengecekan pada Kamis (24/9/2026), sejumlah instrumen pendukung, termasuk panel listrik, juga masih dalam proses pengerjaan. Sementara progres pemasangan pipa telah mencapai sekitar 80 persen.
Perumdam Kutim berharap seluruh tahapan pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target sehingga sistem intake ponton dapat segera difungsikan. Keberadaan fasilitas ini diharapkan membantu menjaga kestabilan pasokan air baku dan mendukung keberlangsungan pelayanan kepada pelanggan, khususnya dalam menghadapi musim kemarau serta potensi pengaruh fenomena El Nino terhadap ketersediaan air.
“Mohon doa dan dukungan masyarakat. Semoga sistem ponton ini dapat bekerja dengan baik sehingga pengambilan air baku bisa dilakukan secara optimal dan pelayanan kepada pelanggan tetap terjaga,” pungkas Fahrul. (HumasPerumdam)




