
Bujurnews, Sangatta — Sebanyak 65 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kutai Timur mengikuti pelatihan penguatan sistem bisnis yang digelar Koperasi Insan Tangguh Sejahtera (KITS) bersama Kampus Cerita di Hotel Royal Victoria, Senin (28/9/2026). Kegiatan tersebut disponsori oleh PT Kaltim Prima Coal (KPC).
Mayoritas peserta merupakan pelaku UMKM binaan KPC melalui program UKM Tangguh dan Urang Sengata Berdaya. Pelatihan menghadirkan dua narasumber, yakni Immanuel Varian Rumende, Chief of Party Buah Tangan, dan Fredolin Deolito, S.M., Self-Development Trainer.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai pentingnya membangun sistem dalam menjalankan bisnis. Sistem yang dibangun tidak hanya berkaitan dengan penyusunan Standard Operating Procedure (SOP), tetapi juga dimulai dari pengembangan diri serta kemampuan membangun dan mengelola tim.
Ketua KITS, Roina Barokatin, SE., M.Pd., mengatakan pelatihan tersebut digelar untuk menjawab sejumlah persoalan yang dihadapi pelaku UMKM, salah satunya terkait pengelolaan sumber daya manusia.
“Banyak UMKM yang mengeluh bagaimana SOP-nya merekrut karyawan. Banyak karyawan yang keluar masuk dan tidak bisa bertahan lama,” ujar Roina.
Menurutnya, kemampuan membangun sistem yang kuat diperlukan agar UMKM dapat bertahan dan berkembang dalam jangka panjang. Ia berharap pelaku usaha tidak hanya memperhatikan aspek branding, tetapi juga memperkuat fondasi bisnis dari dalam.
“Harapan saya UMKM tidak hanya branding-nya yang kelihatan, tapi di dalamnya juga sudah kokoh,” katanya.
Perwakilan KPC, Faizal, Superintendent Local Business Development (LBD), mengatakan pelatihan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha mengidentifikasi berbagai persoalan yang dihadapi sekaligus memahami solusi yang dapat diterapkan dalam menjalankan usaha.
“Harapannya masalah yang dihadapi bisa diselesaikan, atau minimal diidentifikasi dan tahu solusinya seperti apa,” ujar Faizal.
Ia menambahkan, KPC berharap dukungan terhadap berbagai program kewirausahaan yang diinisiasi komunitas lokal dapat terus berkembang. Dengan demikian, semakin banyak pelaku usaha yang mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan kapasitas dan mengembangkan UMKM di Kutai Timur.
“Mudah-mudahan semakin banyak para pelaku usaha yang bisa membuat UMKM Kutai Timur berkembang,” katanya.
Rangkaian program ini berlangsung selama dua hari. Pada hari pertama, pelatihan ditujukan kepada para guru dengan materi mengenai cara membangun kelas yang kreatif dan interaktif melalui kerja sama dengan The Rainbow Education Center (TREC).
Sementara pada hari kedua, pelatihan difokuskan kepada pelaku UMKM dengan materi penguatan sistem bisnis, pengembangan diri, serta pembangunan tim untuk mendukung keberlangsungan usaha.
Melalui pelatihan tersebut, KPC bersama KITS mendorong pelaku UMKM di Kutai Timur untuk tidak hanya fokus pada pengembangan produk dan pemasaran, tetapi juga membangun sistem bisnis yang kuat sebagai fondasi bagi keberlangsungan dan pertumbuhan usaha.




