86 Kafilah Lolos Seleksi, Balikpapan Utara Bidik Juara Umum MTQ 2026
Bujurnews.com, Balikpapan – Kecamatan Balikpapan Utara mulai mematangkan persiapan untuk menghadapi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kota Balikpapan yang dijadwalkan berlangsung 11-16 November 2026. Sebanyak 86 calon kafilah telah terjaring dari proses seleksi yang digelar sebelumnya, dan jumlah tersebut masih berpeluang bertambah.
Kasi Pemerintahan Kecamatan Balikpapan Utara, Kamsani, mengatakan seleksi telah dilaksanakan selama dua hari pada 8-9 Agustus 2026. Kegiatan tersebut diikuti 117 peserta dari berbagai cabang yang dipersiapkan untuk mewakili Balikpapan Utara.
Dari proses seleksi itu, sebanyak 86 peserta dinyatakan masuk dalam calon kafilah. Mereka kemudian mengikuti Training Center (TC) yang dilaksanakan selama September hingga Oktober sebagai bagian dari pematangan kemampuan sebelum tampil di tingkat kota.
“Selama dua hari seleksi itu diikuti 117 peserta. Alhamdulillah, dari jumlah tersebut kita mendapatkan 86 calon kafilah. Setelah itu kita lakukan TC selama September dan Oktober untuk mempersiapkan mereka menghadapi MTQ tingkat kota,” ujar Kamsani saat ditemui awak media di Kantor DPRD Balikpapan, Senin (21/9/2026).
Menurut Kamsani, jumlah calon kafilah tersebut masih memungkinkan bertambah. Sebab, terdapat sejumlah peserta potensial yang belum dapat mengikuti seleksi pada Agustus karena sedang berada di luar daerah untuk menempuh pendidikan maupun mengikuti MTQ tingkat nasional.
Beberapa di antaranya merupakan peserta yang selama ini menjadi andalan Balikpapan Utara, tetapi harus menyelesaikan pendidikan di pondok pesantren di luar daerah. Selain itu, terdapat peserta yang baru kembali setelah mengikuti MTQ tingkat nasional.
“Masih ada beberapa yang punya potensi tetapi belum sempat ikut seleksi. Ada yang sedang berada di luar daerah karena melanjutkan pendidikan di pondok, dan ada juga yang mengikuti MTQ tingkat nasional. Mereka yang baru pulang nantinya bisa bergabung pada 4 Oktober,” jelasnya.
Kamsani menyebut tanggal 4 Oktober menjadi salah satu tahapan penting karena pihaknya akan melakukan finalisasi komposisi kafilah. Dari proses tersebut akan ditentukan peserta yang dinilai paling siap untuk dikirim mewakili Balikpapan Utara di tingkat kota.
Balikpapan Utara menargetkan dapat mengirim sekitar 100 kafilah. Target tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mempertahankan status sebagai juara umum MTQ tingkat Kota Balikpapan yang diraih pada 2025 lalu.
“Target kami mudah-mudahan Balikpapan Utara tetap bisa mengirim kurang lebih 100 orang sebagai perwakilan. Kami ingin mempertahankan status Utara sebagai juara umum MTQ tingkat Kota Balikpapan yang diraih pada 2025,” katanya.
Untuk komposisi peserta, mayoritas calon kafilah berasal dari pondok pesantren. Namun, Kamsani menegaskan keterwakilan tidak hanya berasal dari pendidikan berbasis pesantren. Sejumlah peserta juga berasal dari madrasah maupun kelompok masyarakat yang selama ini mendapat pembinaan dari guru-guru mengaji di wilayah Balikpapan Utara.
Seluruh cabang yang diperlombakan pada MTQ tingkat kota juga ditargetkan diikuti oleh Balikpapan Utara. Selain cabang seperti tilawah, kaligrafi, fahmil Qur’an dan syarhil Qur’an, tahun ini terdapat tambahan cabang kaligrafi digital.
Cabang baru tersebut menjadi tantangan tersendiri karena membutuhkan kemampuan khusus. Kecamatan Balikpapan Utara masih mencari peserta yang memiliki keterampilan sesuai untuk mengikuti cabang tersebut.
Selain menyiapkan peserta menghadapi perlombaan, Kecamatan Balikpapan Utara juga memberikan perhatian terhadap pembinaan jangka panjang. TC selama dua bulan dibiayai melalui anggaran kecamatan yang bersumber dari APBD. Sementara dukungan terhadap para pembina juga diperoleh melalui bantuan sejumlah perusahaan yang memiliki program CSR di bidang keagamaan.
Kamsani menegaskan pembinaan tidak akan berhenti setelah MTQ selesai. Peserta yang berhasil meraih juara maupun yang belum memperoleh prestasi tetap akan mendapat pembinaan lanjutan.
“Bagi kami, yang paling penting bukan hanya soal juara. Peserta yang ikut STQ maupun MTQ, baik yang juara maupun yang belum juara, tetap harus mendapat pembinaan berkelanjutan. Karena pembinaan di bidang keagamaan tidak cukup dilakukan hanya ketika ada lomba,” pungkasnya. (*/ADV/Diskomonfo Balikpapan)




