DKK Balikpapan Pantau 4.125 Kasus ISPA, Layanan Kesehatan Tetap Disiagakan
Bujurnews.com, Balikpapan – Perkembangan kasus gangguan kesehatan menjadi perhatian Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan seiring mulai munculnya kabut asap di sejumlah wilayah. Pemantauan dilakukan melalui seluruh fasilitas pelayanan kesehatan untuk melihat apakah kondisi udara berdampak terhadap peningkatan penyakit di masyarakat.
Kepala DKK Balikpapan Alwiati mengatakan, fasilitas kesehatan di Balikpapan telah dikoordinasikan untuk menghadapi kemungkinan bertambahnya masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan, terutama penyakit yang berkaitan dengan saluran pernapasan.
“Seluruh fasilitas kesehatan yang ada di Kota Balikpapan siap untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Persiapannya sudah terpadu, kita sudah melakukan koordinasi dengan seluruh fasilitas kesehatan,” kata Alwiati, Selasa (29/9/2026).
Salah satu penyakit yang menjadi perhatian dalam pemantauan tersebut adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Berdasarkan data DKK Balikpapan, jumlah kasus ISPA saat ini tercatat sekitar 4.125 kasus.
Meski jumlah kasus tersebut cukup besar, Alwiati menyebut peningkatan yang terjadi belum berada pada tingkat yang signifikan. Karena itu, DKK masih melakukan pemantauan secara berkala untuk melihat perkembangan kasus dari waktu ke waktu.
“Kasus ISPA memang ada peningkatan, tetapi belum terlalu signifikan. Ini terus kita pantau melalui seluruh fasilitas pelayanan kesehatan,” ujarnya.
Pemantauan tidak hanya dilakukan melalui satu fasilitas kesehatan. DKK mengumpulkan data dari 27 puskesmas dan 16 rumah sakit yang berada di Balikpapan. Data tersebut digunakan untuk melihat pola perkembangan penyakit sekaligus menjadi bahan evaluasi apabila terjadi perubahan jumlah kasus.
Menurut Alwiati, peningkatan kasus ISPA mulai terlihat dalam dua pekan terakhir. Waktu tersebut bertepatan dengan kondisi kabut asap yang mulai dirasakan masyarakat di beberapa wilayah Kota Balikpapan.
“Di Kota Balikpapan baru ada peningkatan sekitar dua minggu terakhir ini. Kita bisa merasakan sendiri bagaimana setiap pagi ketika berangkat bertugas atau ke sekolah, sudah mulai terasa dampak kabut asap tersebut,” katanya.
Selain gangguan saluran pernapasan, DKK juga mencermati perkembangan kasus diare akut. Dalam dua pekan terakhir, kasus penyakit tersebut tercatat mengalami kenaikan sekitar 2,5 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Alwiati mengaitkan kondisi tersebut dengan situasi kemarau yang juga perlu diwaspadai masyarakat. Menurutnya, kebersihan air dan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) harus tetap dijaga untuk mencegah munculnya gangguan kesehatan lainnya.
“Kita berharap masyarakat dan seluruh lapisan masyarakat di Kota Balikpapan dapat tetap menggunakan air dengan kondisi yang bersih. Jangan sampai dengan kondisi cuaca kemarau ini PHBS-nya menurun,” ujarnya.
Untuk memperluas pemantauan, DKK Balikpapan juga berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Koordinasi tersebut mencakup perkembangan kualitas udara hingga kondisi kesehatan masyarakat, termasuk mereka yang banyak melakukan aktivitas di luar ruangan.
Masyarakat juga diingatkan menjaga kebersihan makanan dan minuman serta mencuci tangan sebelum dan sesudah makan. Sementara ketika kondisi udara mulai mengganggu, penggunaan masker dianjurkan untuk mengurangi paparan asap.
Alwiati menegaskan, perkembangan kasus kesehatan akan terus dipantau melalui fasilitas pelayanan kesehatan di Balikpapan. Jika ditemukan peningkatan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, fasilitas kesehatan telah disiapkan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Seluruh fasilitas kesehatan akan terus kita pantau perkembangannya. Kalau memang ada perkembangan kasus yang membutuhkan penanganan, kita sudah siapkan fasilitas pelayanan kesehatan untuk masyarakat,” tegasnya. (*/ADV/Diskominfo Balikpapan)




