Pemkot Balikpapan Tekan Perjalanan Dinas, Rapat Melalui Daring Jadi Strategi Efisiensi
Bujurnews.com, Balikpapan – Penghematan anggaran mulai dilakukan Pemerintah Kota Balikpapan dengan memangkas kebutuhan belanja yang dinilai masih bisa ditekan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah perjalanan dinas, yang kini diupayakan lebih selektif melalui pemanfaatan rapat secara daring.
Wakil Wali Kota Balikpapan H Bagus Susetyo mengatakan, perkembangan teknologi memberikan pilihan bagi pemerintah daerah untuk tetap menjalankan koordinasi tanpa harus selalu mengirim aparatur ke luar daerah.
Menurutnya, agenda yang sifatnya koordinasi maupun rapat tertentu tidak semuanya membutuhkan kehadiran secara langsung. Jika pembahasan dapat diselesaikan melalui platform digital, pemerintah akan memilih cara tersebut untuk mengurangi beban biaya perjalanan.
“Perjalanan dinas kita efektifkan. Kadang kita melakukan Zoom meeting, kita tidak perlu harus ke luar kota. Kita berkoordinasi rapat dengan Zoom meeting, itu sudah bisa memberikan pengurangan dari biaya perjalanan dinas,” kata Bagus, Kamis (8/10/2026).
Ia menegaskan, efisiensi bukan dimaknai sebagai penghentian program pemerintah. Penghematan justru diarahkan agar anggaran yang tersedia dapat digunakan lebih tepat, terutama untuk kegiatan yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
Sejumlah program tetap menjadi perhatian Pemkot Balikpapan di tengah kondisi fiskal yang terbatas. Di antaranya pengembangan Sekolah Rakyat, Sekolah Nasional Terintegrasi, serta Koperasi Merah Putih.
Bagus mengatakan pemerintah daerah harus mampu memilah kegiatan yang benar-benar membutuhkan pembiayaan besar dan kegiatan yang bisa dilakukan dengan cara lebih sederhana. Dengan begitu, keterbatasan anggaran tidak menghambat program prioritas yang sudah direncanakan.
Di sisi lain, Pemkot Balikpapan juga tidak ingin kebijakan penghematan justru membuat aktivitas ekonomi di daerah ikut melemah. Pemerintah tetap membuka ruang bagi pelaksanaan berbagai kegiatan berskala nasional maupun kegiatan organisasi yang berpotensi mendatangkan peserta dari luar kota.
Kehadiran peserta dari luar daerah dinilai memberikan dampak terhadap berbagai sektor usaha. Mulai dari tingkat hunian hotel, restoran, jasa transportasi, kuliner hingga pelaku UMKM.
“Minggu depan ada Persatuan Dokter Hewan Indonesia yang akan mengadakan seminar di Balikpapan,” ujarnya.
Selain agenda tersebut, kegiatan organisasi dan komunitas juga turut memberikan kontribusi terhadap pergerakan ekonomi lokal. Bagus menyebut salah satu kegiatan generasi Gereja Toraja sebelumnya mampu menghadirkan sekitar 500 hingga 800 peserta.
Menurutnya, kegiatan semacam itu tetap penting dipertahankan karena dapat menciptakan aktivitas ekonomi di tengah pemerintah melakukan penyesuaian belanja.
Sementara itu, menyangkut hak dan kesejahteraan aparatur sipil negara (ASN), Bagus mengatakan efisiensi anggaran diupayakan tidak berujung pada pengurangan tunjangan pegawai.
Ia juga menyampaikan adanya rencana pembayaran pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) yang mulai ditanggung pemerintah pusat pada 2027. Kebijakan tersebut diharapkan dapat mengurangi beban belanja daerah sehingga tersedia ruang fiskal untuk membiayai kebutuhan pembangunan lainnya.
“Harapannya tentu dengan adanya tanggungan dari pemerintah pusat, pemerintah daerah mempunyai ruang fiskal untuk mendukung kebutuhan lainnya,” kata Bagus. (*/ADV/Diskominfo Balikpapan)




