AdvertorialBalikpapanKota

Disdikbud Balikpapan Pantau PJJ di Lima Sekolah, Evaluasi Tiga Hari Sebelum Kembali Tatap Muka

Bujurnews.com, Balikpapan – Kelanjutan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di Balikpapan akan ditentukan berdasarkan perkembangan kualitas udara dalam beberapa hari ke depan.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan melakukan pemantauan langsung ke lima sekolah pada hari pertama PJJ untuk memastikan proses belajar tetap berjalan di tengah paparan kabut asap, Rabu (14/10/2026).

Kepala Disdikbud Kota Balikpapan, Irfan Taufik, bersama tim meninjau SMP Negeri 1, SMP Negeri 7, SMP Negeri 14, SMP Negeri 24, serta SD Negeri 15 Balikpapan. Dalam peninjauan di SMP Negeri 1, Irfan didampingi Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Gasali.

Irfan mengatakan, berdasarkan pemantauan awal, pelaksanaan PJJ secara umum berjalan lancar. Guru tetap melaksanakan kegiatan mengajar, sementara siswa mengikuti pembelajaran dari rumah sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

Meski demikian, pihaknya belum dapat memastikan kapan kegiatan belajar mengajar kembali sepenuhnya dilakukan secara tatap muka. Keputusan tersebut akan mempertimbangkan kondisi udara dan aspek kesehatan peserta didik.

“Disdikbud memastikan evaluasi tidak hanya berfokus pada kelancaran kegiatan belajar, tetapi juga mempertimbangkan perkembangan kualitas udara yang menjadi dasar penyesuaian kebijakan pendidikan,” ujar Irfan.

Ia menjelaskan, evaluasi pelaksanaan PJJ direncanakan berlangsung selama tiga hari ke depan. Dalam periode tersebut, Disdikbud akan memantau perkembangan kondisi lingkungan dan berkoordinasi dengan instansi terkait sebelum menentukan kebijakan pembelajaran selanjutnya.

Jika kualitas udara membaik dan dinilai aman bagi anak-anak, pembelajaran tatap muka diharapkan dapat kembali dilaksanakan. Namun, apabila kondisi udara masih belum memungkinkan, PJJ berpotensi dilanjutkan dengan menyesuaikan hasil evaluasi.

Menurut Irfan, kebijakan ini diperlukan agar kegiatan pendidikan tetap berjalan tanpa mengabaikan keselamatan siswa. Sekolah memang menjadi tempat utama berlangsungnya proses belajar, tetapi kondisi kesehatan peserta didik juga harus menjadi pertimbangan dalam menentukan metode pembelajaran.

Penerapan PJJ turut berdampak pada pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Selama siswa belajar dari rumah, distribusi makanan ke sekolah untuk sementara ditiadakan. Mekanisme pelaksanaan program tersebut akan kembali dibahas bersama pihak terkait menjelang dimulainya pembelajaran tatap muka.

Selain memantau kesiapan sekolah, Disdikbud mengharapkan orang tua ikut mendampingi anak selama belajar di rumah. Pendampingan diperlukan agar siswa tetap mengikuti kegiatan belajar, memahami materi yang diberikan guru, dan menjaga kedisiplinan meskipun tidak berada di ruang kelas.

Irfan menegaskan, keputusan mengenai pembelajaran selanjutnya akan mengikuti hasil pemantauan, dengan tetap memperhatikan keberlangsungan pendidikan dan keselamatan siswa.

“Kami akan terus memantau perkembangan kualitas udara dan mengevaluasi pelaksanaan PJJ. Jika kondisi sudah memungkinkan dan aman bagi peserta didik, pembelajaran tatap muka dapat kembali dilaksanakan,” pungkasnya. (*/ADV/Diskomimfo Balikpapan)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button