KaltimKotaKutim

PAMA Perkuat Kapasitas 40 Kader Posyandu, Dorong Lahirnya Posyandu Champion

Foto: Kader Posyandu binaan PAMA Area KPC bersama tim PAMA berfoto bersama usai mengikuti sosialisasi penguatan kapasitas kader Posyandu melalui pendalaman enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Desa Swarga Bara.

Bujurnews, Sangatta – PT Pamapersada Nusantara (PAMA) Area KPC Kutai Timur terus memperkuat kontribusinya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Kali ini, PAMA membekali 40 kader Posyandu binaan melalui sosialisasi enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Desa Swarga Bara.

Kegiatan yang digelar melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) bidang kesehatan tersebut bekerja sama dengan Puskesmas Teluk Lingga. Sosialisasi ini menjadi bagian dari keberlanjutan program PAMA Posyandu Champion yang berfokus pada peningkatan kapasitas kader dan penguatan tata kelola Posyandu.

Melalui kegiatan tersebut, para kader mendapatkan pemahaman lebih luas mengenai penerapan enam SPM dalam pelayanan dasar masyarakat. Penguatan ini diharapkan membuat kader semakin siap menjalankan fungsi pelayanan, memberikan edukasi, hingga meningkatkan partisipasi masyarakat di tingkat desa.

Tak sekadar sosialisasi, kegiatan ini juga menjadi momentum apresiasi bagi kader berprestasi. PAMA mengumumkan hasil penilaian atau assessment terhadap kader Posyandu dan pengelolaan Taman Obat Keluarga (TOGA) terbaik dari Posyandu binaan perusahaan.

Penilaian tersebut menjadi salah satu upaya mendorong inovasi dan peningkatan kualitas pengelolaan Posyandu. Kader yang menunjukkan komitmen dalam pelayanan kesehatan maupun pemanfaatan TOGA turut mendapatkan apresiasi.

Dukungan lain diwujudkan melalui penyerahan bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada Posyandu binaan. Bantuan ini diharapkan dapat menunjang kegiatan pelayanan sekaligus mendukung edukasi pemenuhan gizi masyarakat.

CSR Dept Head PAMA Kutai Timur Agung Jati mengatakan, program PAMA Posyandu Champion tidak hanya berorientasi pada bantuan fasilitas maupun kebutuhan operasional Posyandu. Lebih dari itu, program tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia yang menjadi penggerak pelayanan kesehatan di masyarakat.

“Posyandu memiliki peran penting sebagai salah satu garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat desa. Melalui program PAMA Posyandu Champion, kami ingin mendorong para kader agar tidak hanya aktif dalam kegiatan pelayanan rutin, tetapi juga memiliki pengetahuan, keterampilan, dan inisiatif untuk mengembangkan Posyandu di wilayahnya,” ujarnya.

Dia berharap kader Posyandu dapat menjadi penggerak sekaligus teladan bagi masyarakat dalam menerapkan pola hidup sehat, memperhatikan pemenuhan gizi keluarga, serta memanfaatkan potensi lingkungan seperti TOGA.

Kolaborasi tersebut juga mendapat sambutan positif dari Puskesmas Teluk Lingga. Sinergi antara perusahaan dan fasilitas pelayanan kesehatan dinilai penting untuk memperluas edukasi kesehatan sekaligus meningkatkan kemampuan kader dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Melalui program ini, PAMA berharap Posyandu binaan dapat berkembang menjadi lebih dari sekadar tempat pelayanan kesehatan rutin. Posyandu diharapkan mampu menjadi pusat pemberdayaan masyarakat yang mendorong kesadaran hidup sehat, pemenuhan gizi keluarga, serta kemandirian dalam menjaga kesehatan lingkungan. (rls)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button