Bijak Ilhamdani Dorong Inovasi Layanan Perpustakaan untuk Tingkatkan Minat Baca Masyarakat PPU

FOTO: Anggota DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Muhammad Bijak Ilhamdani, menjadi salah satu penanggap ahli dalam kegiatan Library Role Play & Innovation Showcase, Seminar Akhir Kelas Intensif Kepustakawanan 2026 yang digelar Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten PPU secara daring melalui Zoom, Jumat (6/11/2026). (Dok: Ist)
Bujurnews, Penajam – Anggota DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Muhammad Bijak Ilhamdani, mendorong adanya inovasi dalam pelayanan perpustakaan daerah guna meningkatkan minat baca dan budaya literasi masyarakat.
Menurutnya, minat baca masyarakat PPU masih memiliki peluang besar untuk ditingkatkan. Karena itu, perpustakaan perlu menghadirkan inovasi layanan agar masyarakat semakin tertarik memanfaatkan fasilitas yang tersedia sekaligus memahami pentingnya literasi.
“Penting, sangat penting inovasi layanan perpustakaan. Minat baca kita itu tidak buruk, tetapi juga belum bisa dikatakan bagus. Namun, potensinya masih bisa ditingkatkan,” ujarnya, Sabtu (7/11/2026).
Bijak menilai, pemahaman masyarakat terhadap perpustakaan selama ini masih identik dengan tempat membaca dan meminjam buku secara konvensional. Padahal, perkembangan teknologi telah mendorong perpustakaan bertransformasi menjadi pusat layanan informasi dan literasi yang lebih luas.
Ia mencontohkan, Perpustakaan Daerah PPU saat ini telah dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, termasuk layanan perpustakaan digital hingga ruang teater atau movie theater.
Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut perlu lebih diperkenalkan kepada masyarakat agar perpustakaan tidak hanya dipandang sebagai tempat membaca buku, tetapi juga sebagai ruang untuk mengembangkan berbagai kemampuan literasi.
“Perpustakaan itu sebenarnya tidak hanya seperti yang kita kenal secara konvensional. Di perpustakaan daerah kita sudah ada perpustakaan digital, bahkan ada movie theater dan ruang teater,” jelasnya.
Ia menambahkan, konsep literasi saat ini telah berkembang seiring kemajuan teknologi. Selain kemampuan membaca dan memahami informasi melalui buku, masyarakat juga perlu memiliki kemampuan dalam mengakses, memahami, serta memanfaatkan informasi digital.
Karena itu, Bijak berharap inovasi pelayanan dan pemanfaatan fasilitas perpustakaan daerah dapat terus ditingkatkan. Sosialisasi kepada masyarakat juga diperlukan agar berbagai fasilitas yang telah tersedia benar-benar dimanfaatkan.
“Literasi itu bukan hanya membaca secara konvensional lagi, tetapi sudah berkembang. Salah satunya adalah literasi digital, dan fasilitas itu sebenarnya sudah tersedia di perpustakaan daerah kita,” pungkasnya. (adv)




