HeadlineNasional

Prabowo Tegaskan Hubungan Akrab dengan Jokowi: Kami Hopeng, Kok Takut

Bujurnews.com — Presiden Prabowo Subianto menepis isu dirinya dikendalikan oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Dalam nada santai namun tegas, Prabowo menyebut hubungannya dengan Jokowi sangat baik bahkan bersahabat.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan pabrik petrokimia PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) di kawasan industri Cilegon, Banten. Ia mengaku semestinya mengundang Jokowi dalam acara tersebut karena proyek tersebut merupakan hasil kerja sama yang dimulai di masa pemerintahan Jokowi.

“Seharusnya saya undang Presiden Jokowi, karena ini salah satu prestasi beliau. Proyek ini dimulai zaman beliau, hasil lobi beliau dengan pimpinan Korea. Jadi sepantasnya beliau yang hadir,” kata Prabowo di hadapan tamu undangan.

Meski tak bisa hadir, Jokowi disebut sempat menelpon Prabowo untuk menyampaikan permohonan maaf.

“Beliau minta maaf, beliau telepon saya dan bilang tidak bisa hadir. Saya maklumi,” ucap Prabowo.

Menanggapi isu dirinya takut pada Jokowi, Prabowo dengan lugas membantah hal tersebut.

“Saya bukan Prabowo yang takut sama Jokowi. Nggak ada itu. Pak Jokowi nggak pernah nitip apa-apa sama saya. Saya harus jujur ngomong begitu,” tegasnya.

Ia kemudian menambahkan, hubungannya dengan Jokowi justru sangat dekat.

“Untuk apa saya takut sama beliau? Aku hopeng sama beliau, kok takut,” ujarnya sambil tersenyum disambut tepuk tangan hadirin.

Prabowo juga mengajak masyarakat untuk menghargai capaian kepemimpinan Jokowi selama 10 tahun terakhir. Ia menilai banyak keberhasilan yang patut diakui secara jujur.

“Beliau memimpin 10 tahun, dan dunia mengakui. Inflasi terkendali, pertumbuhan ekonomi bagus. Ya sudah, kita harus jujur, yang benar ya bilang benar,” katanya.

Selain menyoroti Jokowi, Prabowo mengingatkan pentingnya menghormati semua pemimpin bangsa. Menurutnya, tidak ada pemimpin yang sempurna, namun setiap pemimpin memiliki jasa besar bagi negeri.

“Saya ingatkan generasi penerus, marilah kita hormati jasa semua tokoh dan pemimpin. Pemimpin itu manusia, pasti ada kekurangan. Tapi marilah kita adil dan jernih dalam menilai,” ucapnya.

Menutup sambutannya, Prabowo menyitir pepatah Jawa “mikul dhuwur mendhem jero” sebagai pesan moral untuk seluruh masyarakat Indonesia.

“Budaya kita mengajarkan, hal baik kita angkat setinggi-tingginya, kalau ada kekurangan kita pendam dan perbaiki. Jangan teruskan budaya saling hujat dan ejek,” tutupnya.

Langkah Prabowo ini dianggap sebagai sinyal politik yang menegaskan kesinambungan dan rasa hormat antar pemimpin bangsa, sekaligus mengedepankan budaya saling menghargai di tengah perbedaan politik.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button