Bujurnews, Nasional — Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menteri di kediaman pribadinya di Hambalang, Jawa Barat, pada Minggu malam. Rapat tersebut membahas berbagai isu strategis, mulai dari penanganan bencana, stabilitas ekonomi nasional, hingga kesiapan menghadapi libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Sekretariat Presiden menyampaikan, Prabowo meminta laporan langsung terkait perkembangan ekonomi terkini, termasuk sektor bea cukai dan perpajakan. Laporan tersebut disampaikan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang turut hadir dalam rapat.
“Turut dibahas perkembangan terkini perekonomian di Tanah Air, termasuk bea cukai dan pajak,” tulis Sekretariat Presiden dalam keterangan resminya, dikutip Senin (15/12/2025).
Selain itu, Prabowo juga meminta laporan mengenai stabilitas ketahanan pangan serta harga kebutuhan pokok menjelang musim liburan akhir tahun. Presiden menekankan pentingnya menjaga pasokan dan harga agar tetap terkendali selama periode peningkatan mobilitas masyarakat.
Dalam rapat tersebut, Prabowo turut membahas kebijakan pemberian insentif untuk mendukung kelancaran libur Nataru. Insentif tersebut mencakup pengurangan tarif jalan tol, penurunan harga tiket pesawat, kereta api, kapal laut, serta optimalisasi fasilitas publik lainnya.
Presiden juga memberi perhatian khusus pada penanganan bencana. Ia meminta penambahan maksimal alat berat, truk air minum, persediaan air bersih, serta toilet portable, terutama di wilayah terdampak. Prabowo secara khusus meminta Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo memastikan seluruh pengungsi memperoleh kebutuhan dasar tersebut.
Dalam rapat tersebut, isu Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan juga menjadi perhatian. Belakangan, institusi ini menjadi sorotan publik menyusul berbagai keluhan pelayanan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya telah memberikan ultimatum agar Bea Cukai melakukan perbaikan besar-besaran. Ia bahkan menyebut pembekuan institusi dapat dilakukan jika perbaikan tidak segera terealisasi.
“Bea Cukai sudah cukup bergerak cepat dalam beberapa minggu terakhir. Rupanya memang orang Bea Cukai pintar-pintar, hanya tinggal digebukin saja, digebuk-gebuk, dua minggu keluar,” ujar Purbaya saat meninjau Terminal 3 dan Terminal Mustika Alam Sari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (12/12).
Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama memastikan pihaknya berkomitmen melakukan pembenahan menyeluruh, mulai dari perbaikan budaya kerja, peningkatan kinerja, hingga penguatan pengawasan di pelabuhan dan bandara.
“Kita tidak ingin sejarah kelam di masa lalu terulang. Bea Cukai harus berbenah untuk menghilangkan citra negatif dan meningkatkan kepercayaan publik,” kata Djaka di Kantor Bea Cukai, Jakarta, Rabu (3/12).




