HeadlineNasional

IKN Siapkan Concert Hall Kelas Dunia, Target Pembangunan Paling Cepat 2027

Bujurnews, Nasional  – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) terus mematangkan rencana pembangunan kawasan budaya berskala internasional. Salah satu proyek unggulan yang diproyeksikan hadir adalah Concert Hall kelas dunia yang akan menjadi bagian dari Kawasan Pusat Kebudayaan Nusantara. Realisasi fisik fasilitas seni pertunjukan ini ditargetkan paling cepat dimulai pada 2027.

Rencana tersebut mencuat setelah pengumuman pemenang Sayembara Desain Pusat Kebudayaan Nusantara IKN yang mencapai puncaknya pada Jumat (30/1/2026). Desain bertajuk “Cerlang Nusantara” karya Tim Gregorius (Yori) Antar Awal ditetapkan sebagai juara pertama, mengungguli 34 karya lainnya. Konsep ini dinilai berhasil memadukan jejak sejarah megalitikum Nusantara dengan visi arsitektur masa depan.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menjelaskan Concert Hall merupakan satu dari enam bangunan utama yang direncanakan di kawasan pusat kebudayaan tersebut. Saat ini, pihaknya masih melakukan pembahasan mendalam terhadap Rencana Anggaran Biaya (RAB) guna menentukan prioritas pembangunan.

“Kami lihat RAB-nya dulu, baru bisa melihat ketersediaan anggaran yang masuk. Realisasinya saya kira kalau tidak tahun ini, mungkin paling cepat 2027,” ujar Basuki.

Ia menambahkan, pemerintah akan memilah proyek yang dibiayai melalui APBN dan yang berpotensi melibatkan investasi swasta. Menurutnya, fasilitas olahraga dan Concert Hall menjadi kandidat prioritas awal karena dinilai mampu menjadi wadah pengembangan talenta nasional.
“Kelihatannya Concert Hall dan fasilitas olahraganya lebih dulu, supaya para talenta berbakat bisa unjuk kebolehan,” katanya.

Anggota dewan juri sayembara, Wiendu Nuryanti, menilai kekuatan desain pemenang terletak pada keberanian mentransformasikan nilai tradisi kuno ke dalam bentuk modern yang progresif.

“Salah satu hal paling kuat adalah keberhasilannya mentransformasikan nilai tradisi, contohnya megalitikum menjadi kuantum, menjadi percepatan dan kemajuan yang sangat signifikan. Akar arsitektur Nusantaranya sangat kuat,” jelas Wiendu.

Sementara itu, juri lainnya, Wicaksono Sarosa, menyoroti pendekatan desain yang inklusif dan terbuka. Menurutnya, konsep tersebut hampir menghilangkan batas antara ruang dalam dan luar, sehingga selaras dengan karakter IKN sebagai kota hutan.

“Orang bisa menikmati berjalan dan keluar-masuk seluruh kawasan ini. Banyak kegiatan kebudayaan nantinya bisa dilakukan di luar ruangan,” ujarnya.

Meski desain pemenang telah ditetapkan, Otorita IKN membuka peluang kolaborasi lanjutan untuk menyempurnakan fungsi bangunan. Basuki menegaskan bahwa hak cipta desain kini berada di bawah Otorita IKN.

“Copyright ada di Otorita. Jadi tidak harus pemenang satu saja yang terlibat, kolaborasi terbuka agar hasilnya lebih baik,” tegasnya.

Dengan rencana pembangunan Concert Hall ini, IKN diarahkan tidak hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga sebagai pusat kebudayaan dan ruang publik yang dinamis. Kawasan ini diharapkan menjadi tempat interaksi sosial dan ekspresi seni, sekaligus merepresentasikan kemajuan Indonesia tanpa meninggalkan akar tradisi Nusantara.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button