KotaKutim

Anggaran Disdikbud Kutim Tergerus, Seragam Gratis Hanya untuk Murid Baru, Hak Siswa Lama Hilang

Bujurnews, Sangatta – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Mulyono, mengungkapkan adanya potensi pergeseran dan penurunan anggaran di lingkungan Disdikbud pada tahun 2026. Hal tersebut berdampak pada penyesuaian sejumlah program pendidikan.

Mulyono menjelaskan, angka pasti anggaran sebenarnya sudah ditetapkan sebelumnya. Namun, saat ini masih terjadi pergeseran anggaran yang memungkinkan adanya pengurangan lanjutan.

“Angka pastinya sebenarnya sudah ada, tapi sekarang masih ada pergeseran. Namanya pergeseran, kan, bisa berpotensi berkurang lagi,” ujarnya saat diwawancarai belum lama ini di Sangatta.

Ia menyebutkan, salah satu faktor utama besarnya anggaran Disdikbud adalah jumlah pegawai, khususnya tenaga pendidik. Saat ini, Disdikbud Kutim memiliki sekitar 8.000 guru.

Dampak penyesuaian anggaran tersebut, lanjut Mulyono, antara lain pada program pengadaan seragam sekolah gratis. Jika sebelumnya seragam diberikan kepada seluruh siswa, pada tahun 2026 program tersebut hanya diperuntukkan bagi siswa baru.

“Seragam yang kemarin kita berikan untuk semua siswa, tahun 2026 ini kita berikan untuk siswa baru saja. Tapi tetap lengkap, termasuk tas dan sepatu,” jelasnya.

Sementara itu, siswa lama tidak lagi dianggarkan untuk menerima seragam, kecuali jika ke depan terdapat perubahan kebijakan atau tambahan anggaran.

Meski demikian, Mulyono memastikan program akreditasi sekolah, khususnya untuk jenjang TK dan PAUD, tetap berjalan pada tahun 2026.

“Akreditasi tetap jalan,” tegasnya.

Terkait tenaga pendidik, Mulyono juga menanggapi isu kenaikan insentif guru honorer. Ia menyebutkan, jumlah guru honorer di sekolah negeri di Kutai Timur saat ini mencapai 1.070 orang.

“Jumlah itu terbagi dua, ada guru dan ada juga tenaga administrasi seperti operator dan tata usaha,” katanya.

Saat ini, Disdikbud Kutim masih melakukan pembenahan data dan administrasi tenaga honorer. Mulyono berharap ke depan akan ada peluang yang lebih baik bagi para tenaga honorer tersebut.

“Mudah-mudahan nanti ada peluang,” pungkasnya. (Ma/ja)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button