EkonomiKutimPertambanganSociety

Lahirkan Pelaku Ekonomi Lokal yang Tangguh, LPB PAMA Banua Etam Batch I – 2026 Sambut 23 UMKM Baru

Bujurnews, Sangatta – PT Pamapersada Nusantara (PAMA) melalui Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) PAMA Banua Etam (PBE) telah berhasil menggelar Sosialisasi Program dan Temu UMKM Baru, Batch I – 2026, serentak di Kantor LPB Sangatta dan Kantor LPB Bengalon, Kamis, 29 Januari 2026 lalu. Ini merupakan wujud nyata kepedulian PAMA dalam perkuatan ekonomi kerakyatan.

Sebanyak 23 pelaku usaha dari sektor perikanan, peternakan, pertanian, hingga industri rumahan mengikuti kegiatan tersebut. Mereka merupakan hasil seleksi tim rekrutmen LPB PBE dan dipersiapkan menjadi penggerak ekonomi lokal di wilayah Kutai Timur. Kegiatan ini menjadi langkah awal penyelarasan visi antara pembina dan pelaku usaha.

Dalam sosialisasi tersebut, peserta memperoleh pemaparan menyeluruh mengenai ekosistem pembinaan yang dijalankan PAMA, meliputi peningkatan kapasitas melalui pelatihan teknis produksi dan penguatan manajemen usaha, fasilitasi pemasaran untuk memperluas akses pasar produk lokal, serta akses pembiayaan melalui kolaborasi dengan LKM KSPPS berbasis syariah yang menyediakan program seperti tabungan emas, qurban, serta simpanan haji dan umroh.

Koordinator LPB PAMA Banua Etam, Hendra, mengatakan pihaknya ingin memastikan para UMKM yang bergabung tidak hanya menjalankan usaha, tetapi juga mampu tumbuh secara berkelanjutan.

Menurutnya, dengan pengalaman lebih dari satu dekade di Kutai Timur, LPB PAMA Banua Etam optimistis sinergi dalam Batch I – 2026 akan melahirkan pelaku ekonomi lokal yang lebih tangguh, inovatif, dan berdaya saing.

“Selama 11 tahun LPB PBE berdiri, fokus pembinaan tetap pada peningkatan daya saing melalui pendampingan intensif dan tepat sasaran,” ungkap Hendra.

LPB PBE sosialisasi program dan temu UMKM baru, batch I – 2026.

Sementara itu, CSR Dept Head PAMA, Agung Dwi AJ, menyatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen tanggung jawab sosial perusahaan dalam mendorong kemandirian masyarakat di area operasional.

“Saat UMKM berkembang, dampaknya akan turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kutai Timur,” harap Agung.

Selama kegiatan berlangsung, peserta terlihat aktif berdiskusi dengan tim pembina. Antusiasme tersebut menunjukkan kesiapan pelaku usaha untuk mengikuti proses pembinaan dan pengembangan usaha.

Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama seluruh peserta untuk mengikuti rangkaian program pembinaan secara disiplin guna mewujudkan usaha yang profesional dan mandiri. (soc/sw/rc)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button