KutimPemkab Kutim

Wabup Mahyunadi Ungkap Inflasi Kutim Stabil, Namun Harga Telur Melonjak

Bujurnews, Sangatta – Kondisi inflasi di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) masih berada dalam batas terkendali meskipun terjadi kenaikan harga pada sejumlah komoditas pangan, terutama telur.

Wakil Bupati Kutim Mahyunadi, menyampaikan secara umum pergerakan harga di daerah belum menunjukkan gejolak yang mengkhawatirkan. Hal tersebut ia ungkapkan usai mengikuti rapat koordinasi nasional pemantauan inflasi bersama kementerian terkait melalui Zoom Meeting, Senin (6/4/2026), di Ruang Rapat Diskominfo Staper Kutim.

Menurutnya, stabilitas inflasi ini menjadi indikator bahwa keseimbangan antara harga pasar dan daya beli masyarakat masih terjaga dengan baik.

“Dari paparan tadi, kita cukup senang karena Kutim cenderung stabil. Tidak ada yang terlalu tinggi, dan juga tidak terjadi deflasi yang merugikan produsen,” ujarnya.

Namun demikian, Mahyunadi menyoroti adanya perbedaan metode penghitungan harga telur antara tingkat nasional dan daerah. Di tingkat nasional, harga telur dihitung berdasarkan kilogram, sedangkan di pasar tradisional Kutai Timur masih menggunakan satuan butir. Perbedaan ini, lanjutnya, menjadi tantangan dalam menyamakan acuan harga secara langsung.

“Di nasional acuannya kilogram, sementara kita di pasar pakai butir. Ini yang membuat agak sulit mencari acuan yang sama,” jelasnya.

Berdasarkan hasil perhitungan tim di lapangan, harga telur di Kutim saat ini rata-rata berada di angka Rp1.927 per butir. Jika satu piring berisi 18 butir, maka harga mencapai sekitar Rp34.700 per piring.

Jika dikonversikan ke satuan kilogram, harga tersebut diperkirakan setara Rp34.700 per kilogram, atau lebih tinggi dibandingkan Harga Acuan Penjualan (HAP) nasional yang berada di angka Rp30.000 per kilogram.

“Jadi, terdapat kenaikan harga sekitar Rp4.700 per kilogram telur jika dibandingkan dalam satuan kilogram,” tambahnya.

Secara nasional, tingkat inflasi tercatat sebesar 0,41 persen secara bulanan (month to month) dan 3,48 persen secara tahunan (year on year). Sementara itu, berdasarkan laporan pengendalian inflasi daerah Provinsi Kalimantan Timur, indeks perkembangan harga (IPH) Kutai Timur mencapai 0,99 persen secara bulanan.

Mahyunadi mengakui bahwa angka tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan nasional, namun masih dalam batas wajar.

“Jadi kita memang sedikit lebih tinggi dari nasional, sekitar 0,5 persen. Tapi secara umum daya beli masyarakat masih cukup stabil,” tutupnya. (ma/rc)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button