Pertanian Serap 29,81 Persen Tenaga Kerja di Kutim, Bupati Soroti Peningkatan Produktivitas Padi
Bujurnews, Sangatta – Ketergantungan masyarakat Kutai Timur (Kutim) terhadap sektor pertanian kian menguat, seiring besarnya kontribusi bidang ini dalam menyerap tenaga kerja sekaligus menopang ekonomi daerah.
Data hingga 2025 menunjukkan, sebanyak 67.315 orang atau sekitar 29,81 persen tenaga kerja di Kutai Timur menggantungkan hidup pada sektor pertanian. Angka tersebut menjadikan pertanian sebagai sektor dengan penyerapan tenaga kerja terbesar di wilayah tersebut.
“Sekitar 29,81 persen tenaga kerja kita terserap di sektor pertanian,” ujar Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, beberapa waktu lalu.
Ardiansyah menilai kondisi ini mencerminkan peran strategis pertanian dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, terutama di tengah upaya diversifikasi sektor unggulan daerah.
Selain menyerap banyak tenaga kerja, produktivitas pertanian di Kutai Timur juga menunjukkan tren peningkatan. Produksi padi sawah rata-rata mencapai 4,91 ton per hektare, bahkan di sejumlah wilayah telah menyentuh kisaran 5 hingga 6 ton per hektare.
Untuk padi ladang, produktivitas saat ini berada di angka 2,49 ton per hektare. Namun, dengan penerapan teknik budidaya yang lebih modern, hasil panen berpotensi meningkat hingga 3 sampai 4 ton per hektare.
“Alhamdulillah, kita sudah memiliki teknik untuk menaikkan produktivitas padi ladang atau padi gunung,” imbuhnya.
Pemerintah daerah pun terus mendorong penguatan sektor ini melalui pengembangan agribisnis dan peningkatan ketahanan pangan. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi pembangunan yang kini mulai diarahkan pada sektor nonpertambangan, termasuk pertanian, perikanan, dan industri kreatif. (ma/rc)




