BalikpapanKaltim

Uniba Terapkan WFH Jumat, Fakultas Kedokteran Tetap Tatap Muka

Bujurnews, Balikpapan – Universitas Balikpapan mulai menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) setiap hari Jumat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan kampus. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari arahan pemerintah terkait efisiensi energi, namun tidak berlaku untuk seluruh program studi.

Rektor Uniba, Isradi Zainal, menegaskan bahwa Fakultas Kedokteran tetap menjalankan perkuliahan secara tatap muka karena memiliki standar pendidikan yang tidak bisa dikompromikan.

“Kalau kedokteran harus offline. Kita tidak boleh main-main dengan kualitas pendidikan, karena ini menyangkut manusia,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).

Saat ini, Fakultas Kedokteran Uniba telah memasuki semester kedua dan tengah membuka penerimaan mahasiswa baru. Jumlah mahasiswa dibatasi maksimal 50 orang guna menjaga kualitas pendidikan.

“Target kita tidak lebih dari 50 mahasiswa. Ini memang standar agar kualitas tetap terjaga,” jelasnya.

Meski menerapkan WFH, Isradi memastikan operasional kampus tetap berjalan efektif. Menurutnya, kebijakan tersebut disiasati agar efisiensi energi tercapai tanpa mengganggu proses belajar mengajar.

“WFH itu untuk efisiensi energi, tapi kegiatan utama tetap harus berjalan,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyebut Fakultas Kedokteran Uniba memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Keberadaan fakultas ini juga mendapat perhatian dari Komisi X DPR RI.

“Kedokteran Uniba ini memang dipersiapkan untuk kepentingan IKN ke depan. Kami mengajak masyarakat Kalimantan Timur untuk ikut berperan dengan bergabung di fakultas ini,” ujarnya.

Di sisi lain, pemerintah melalui Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, kembali memberlakukan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi mahasiswa semester lima ke atas. Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Mendiktisaintek Nomor 2 Tahun 2026.

Penerapan PJJ dilatarbelakangi oleh eskalasi konflik global di Timur Tengah, gangguan pasokan energi, serta upaya efisiensi energi nasional. Adapun ketentuannya meliputi mahasiswa semester lima ke atas dengan metode pembelajaran daring atau hybrid, mulai diberlakukan pekan ini dan bersifat fleksibel sesuai kesiapan perguruan tinggi.

Sementara itu, mahasiswa semester satu hingga dua serta mata kuliah praktik tetap diwajibkan mengikuti perkuliahan secara tatap muka. Pengaturan teknis pelaksanaan PJJ diserahkan kepada masing-masing perguruan tinggi dengan mempertimbangkan karakteristik mata kuliah.

Meski kembali menerapkan sistem daring, pemerintah memastikan kualitas pendidikan tetap terjaga di tengah upaya efisiensi energi nasional.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button