KotaKutim

LPB PAMA Banua Etam Dampingi UMKM Peternakan Tingkatkan QCD dan Standar NKV

Foto Pendampingan bersama insfatuktur tim LPB dan UMKM Binaan

Bujurnews, Kutai Timur – LPB PAMA Banua Etam (PBE) melaksanakan kegiatan pendampingan bertajuk “Peningkatan QCD Hewan Ternak” pada 16, 18, dan 19 Mei 2026 di wilayah Sangatta dan Bengalon. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas QCD (Quality, Cost, Delivery) hewan ternak, kualitas kandang, serta kapasitas dan daya saing UMKM sektor peternakan binaan di Kutai Timur.

Pendampingan tersebut melibatkan Pak Joko selaku instruktur sekaligus Kepala Rumah Potong Hewan (RPH) Kabupaten Kutai Timur.

Dalam kegiatan itu, para pelaku usaha peternakan mendapatkan arahan dan diskusi terkait pengembangan usaha, peningkatan kualitas ternak, hingga standar keamanan produk hewani.

Berbagai pembahasan dilakukan bersama pelaku usaha dan pihak terkait mengenai kondisi peternakan di Kutai Timur. Fokus utama meliputi peningkatan kualitas hewan ternak, pengelolaan kandang yang lebih baik, serta upaya menjaga mutu produk agar memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan.

Salah satu topik yang turut dibahas ialah rencana kerja sama terkait Rumah Potong Hewan (RPH) sapi halal. Namun, pembahasan tersebut masih dalam tahap wacana dan belum memasuki tahap kesepakatan maupun pelaksanaan kerja sama.

Selain itu, diskusi juga menyinggung mengenai Nomor Kontrol Veteriner (NKV) yang berkaitan dengan rencana pengembangan RPH kambing. Dari hasil pembahasan diketahui bahwa hingga saat ini Kabupaten Kutai Timur belum memiliki RPH khusus kambing, domba, kelinci, maupun ayam.

Kondisi tersebut dinilai menjadi perhatian penting karena keberadaan fasilitas pemotongan hewan sesuai standar sangat dibutuhkan guna menjamin kualitas dan keamanan produk hewani di daerah.

Dalam forum diskusi, juga muncul wacana keterlibatan Dokter Rika dalam proses pengurusan NKV serta Dokter Tika yang disebut berada dalam satu tim bersama Pak Joko untuk mendukung para peternak. Meski demikian, keterlibatan tersebut masih sebatas pembahasan awal dan belum dilakukan secara langsung dalam kegiatan pendampingan.

Program ini memiliki tujuan besar untuk mendorong setiap UMKM binaan LPB PBE, khususnya sektor peternakan, agar memiliki sertifikasi NKV sebagai bentuk jaminan mutu dan keamanan produk.

Kepemilikan NKV dinilai penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk peternakan lokal sekaligus memperluas peluang pasar bagi pelaku usaha.

Berdasarkan hasil diskusi, kebutuhan sapi di Kutai Timur saat ini baru mampu dipenuhi sekitar 15 persen dari produksi lokal. Sementara sekitar 85 persen pasokan masih didatangkan dari luar daerah, terutama dari Pulau Jawa dan Sulawesi.

Kondisi tersebut menunjukkan potensi pengembangan sektor peternakan sapi di Kutai Timur masih sangat besar dan membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.

Selain persoalan produksi dan legalitas usaha, para peserta pendampingan juga menyampaikan sejumlah kendala yang dihadapi, salah satunya terkait akses permodalan dan proses pengajuan pinjaman ke perbankan yang dinilai masih menjadi tantangan utama dalam pengembangan usaha peternakan.

Pada kegiatan visit kedua, pembahasan lebih difokuskan pada teknis pengajuan dan proses sertifikasi NKV bersama Pak Joko. Dalam kunjungan tersebut juga dibahas kapasitas pemotongan sapi di RPH yang saat ini hanya mencapai sekitar tiga ekor sapi per hari.

Melalui kegiatan pendampingan ini, LPB PAMA Banua Etam berharap kualitas QCD hewan ternak dan pengelolaan kandang dapat terus meningkat, sekaligus memperkuat kapasitas UMKM peternakan binaan agar mampu berkembang lebih baik dan berkelanjutan di Kutai Timur.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button