
Kegiatan Pendampingan 5R di tempat usaha UMKM dengan melibatkan 16 peserta
Bujurnews, Kutai Timur – PT Pamapersada Nusantara bersama Yayasan Astra – Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) terus memperkuat implementasi budaya kerja 5R di kalangan pelaku UMKM binaan melalui kegiatan pendampingan langsung ke lokasi usaha peserta.
Kegiatan Pendampingan 5R yang berlangsung pada 28–29 April 2026 ini dilaksanakan di masing-masing tempat usaha UMKM dengan melibatkan 16 peserta, terdiri dari delapan UMKM asal Sangatta dan delapan UMKM dari Bengalon.
Pendampingan dipandu langsung oleh instruktur Laelatul Khusnah, pelaku usaha sekaligus pemilik Hubaba Bakery. Berbeda dari pelatihan sebelumnya, kegiatan kali ini lebih menitikberatkan pada implementasi langsung prinsip 5R, yakni Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin, di lingkungan kerja masing-masing UMKM.
Peserta mendapatkan arahan dan evaluasi secara langsung terkait penataan area kerja, pengelolaan alat dan bahan produksi, hingga perbaikan alur kerja agar lebih efisien, tertata, dan terstandarisasi.
Program ini bertujuan meningkatkan efisiensi operasional usaha, menjaga kebersihan dan kualitas produk, serta menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman. Selain itu, pendampingan juga menjadi langkah konkret dalam membangun budaya kerja yang disiplin dan berkelanjutan guna meningkatkan produktivitas dan daya saing UMKM.
Melalui penerapan budaya 5R, pelaku usaha diharapkan mampu mengurangi pemborosan bahan dan waktu, meningkatkan konsistensi kualitas produk, serta memperkuat kepercayaan konsumen terhadap usaha yang dijalankan.
Salah satu peserta pendampingan, Mar’atun Sholicha dari L’syakira Cake, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan tersebut.
“Senang sekali rasanya didampingi langsung oleh instruktur yang juga merupakan UMKM mandiri binaan LPB PAMA Banua Etam. Masukan yang diberikan sangat tepat sasaran sehingga bisa langsung saya aplikasikan dalam usaha saya,” ujarnya.
Pendampingan ini menjadi bagian dari pendekatan berkelanjutan yang diterapkan PAMA bersama YDBA, tidak hanya sebatas memberikan pelatihan, tetapi juga memastikan implementasi di lapangan berjalan optimal.
Dengan langkah tersebut, UMKM binaan diharapkan mampu meningkatkan kualitas usaha secara menyeluruh dan memiliki daya saing yang lebih kuat di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.(*)




