AdvertorialBalikpapanKota

Karhutla Masih Terjadi, BPBD Balikpapan Catat 76 Kejadian

Bujurnews.com, Balikpapan – Ancaman kebakaran lahan masih perlu diwaspadai di Balikpapan. Memasuki September 2026, jumlah kejadian yang ditangani Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan sudah mencapai 76 kasus dengan total luas lahan terdampak sekitar 41,6 hektare.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena sebagian titik kebakaran berada di kawasan yang masih ditumbuhi semak dan ilalang kering. Ketika cuaca panas dan kondisi lahan minim kelembapan, material tersebut mudah menjadi pemicu sekaligus mempercepat penyebaran api.

Kepala BPBD Kota Balikpapan Usman Ali mengatakan, kebakaran lahan sepanjang tahun ini terjadi di hampir seluruh wilayah kecamatan. Namun, jumlah kejadian tidak tersebar secara merata.

“Dari laporan yang kami terima, lokasi kebakaran cukup beragam. Vegetasi seperti ilalang dan semak belukar menjadi yang paling banyak terbakar karena dalam kondisi kering sangat mudah tersulut,” ujar Usman, Senin (14/9/2026).

Balikpapan Timur tercatat sebagai wilayah dengan jumlah kejadian tertinggi, yakni 24 kasus. Balikpapan Selatan menyusul dengan 21 kejadian, sedangkan Balikpapan Utara mencatat 20 kejadian.

Kemudian Balikpapan Tengah sebanyak enam kejadian dan Balikpapan Barat lima kejadian.

Untuk Balikpapan Timur, kasus terbanyak berada di Kelurahan Manggar dengan 15 kejadian. Berikutnya Lamaru tujuh kasus, sedangkan Manggar Baru dan Teritip masing-masing satu kejadian.

Di Balikpapan Utara, Graha Indah dan Karang Joang sama-sama mencatat sembilan kejadian. Sementara Batu Ampar dan Gunung Samarinda masing-masing satu kasus.

Adapun di Balikpapan Selatan, Sepinggan menjadi kelurahan dengan kasus terbanyak, yakni 11 kejadian. Sepinggan Baru tercatat tiga kasus, sementara Damai Baru dan Gunung Bahagia masing-masing satu kejadian.

Menurut Usman, kedekatan sejumlah lahan terbuka dengan kawasan permukiman membuat penanganan harus dilakukan secara cepat. Petugas tidak hanya berupaya memadamkan api, tetapi juga mencegah agar kobaran tidak bergerak menuju rumah warga.

“Setiap laporan yang masuk langsung kami respons. Tim segera menuju lokasi untuk melakukan pemadaman sekaligus mengantisipasi supaya api tidak merambat ke area permukiman,” jelasnya.

Jika dilihat berdasarkan waktu kejadian, Agustus menjadi bulan dengan catatan tertinggi, yakni 40 kasus. Sementara September juga menunjukkan angka yang cukup besar. Berdasarkan pembaruan data hingga pukul 09.00 WITA, sudah terdapat 29 kejadian pada bulan ini.

Angka tersebut menunjukkan bahwa potensi kebakaran lahan belum sepenuhnya menurun. Karena itu, BPBD meminta masyarakat tidak melakukan kegiatan yang dapat memicu munculnya api, terutama membakar sampah maupun membersihkan lahan dengan cara dibakar.

Usman menilai pencegahan harus dilakukan sejak dari lingkungan masyarakat. Sebab, petugas tidak mungkin bekerja sendiri untuk mengawasi seluruh kawasan yang memiliki potensi kebakaran.

Ia juga meminta warga segera menyampaikan laporan apabila melihat adanya asap atau titik api di sekitar lingkungan mereka. Kecepatan informasi dinilai dapat mempercepat proses penanganan di lapangan.

“Kami berharap masyarakat tidak melakukan pembakaran secara sembarangan. Kalau menemukan api atau melihat tanda-tanda kebakaran, segera laporkan kepada petugas agar bisa ditangani sejak awal dan tidak sampai meluas,” tukasnya. (*/ADV/Diskominfo Balikpapan)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button