
Foto: Suasana peringatan Haornas 2026 di Kompleks Stadion Kudungga, Sangatta. (Rangga R/Bujurnews)
Bujurnews, Sangatta — Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2026 di Kabupaten Kutai Timur dikonsep berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kawasan Kompleks Olahraga Stadion Kudungga disulap menjadi pusat pelayanan publik terpadu gratis sekaligus panggung pemberdayaan ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Guna mendekatkan pelayanan kepada warga, Pemkab Kutim menggandeng berbagai instansi lintas sektor. Berbagai gerai pelayanan dibuka langsung di lokasi acara, antara lain:
Polres Kutai Timur: layanan SIM Keliling dan penerbitan SKCK.
Disdukcapil Kutim: layanan perekaman dan pencetakan dokumen kependudukan, seperti KTP-el, Kartu Keluarga, dan KIA.
Dinas Kesehatan dan RSUD Kudungga: pemeriksaan kesehatan, cek darah, dan konsultasi medis gratis.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan: mobil perpustakaan keliling dan ruang baca anak.
Dinas Ketahanan Pangan: Gerakan Pangan Murah (GPM).
Bapenda, Bank Kaltimtara, dan Bank Mandiri Taspen: layanan perpajakan daerah dan transaksi keuangan perbankan.
Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menegaskan pentingnya mengintegrasikan agenda olahraga dengan pelayanan masyarakat yang membahagiakan dan inklusif.
“Olahraga harus membawa kegembiraan dan mempererat kebersamaan. Melalui integrasi pelayanan publik gratis ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan kebugaran fisik, tetapi juga langsung merasakan kemudahan akses dokumen dan layanan pemerintah dalam satu lokasi,” tutur Ardiansyah, Jum’at (2/10/2026).
Wakil Bupati, Mahyunadi menyambut positif perputaran ekonomi yang terjadi di sekitar area perayaan. Penataan puluhan stan UMKM lokal tanpa dipungut biaya (free booth) dinilai mampu menggerakkan roda perekonomian kerakyatan.
“Tingginya antusiasme warga yang hadir terbukti memberi dampak langsung bagi para pedagang dan pelaku UMKM kita. Ini membuktikan event olahraga memiliki multiplier effect yang nyata bagi perekonomian warga,” ujar Mahyunadi.
Di sisi lain, Kadispora Kutim Basuki Kurniawan menekankan prinsip aksesibilitas dan inklusivitas fasilitas olahraga di Kutim. Kawasan Stadion Kudungga dan Sporthall kini resmi dibebaskan dari biaya sewa untuk masyarakat umum.
Selain itu, Dispora memfasilitasi kebutuhan latihan atlet disabilitas di bawah naungan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI), sekaligus menyediakan wadah resmi bagi komunitas otomotif muda.
“Stadion dan Sporthall adalah milik publik. Warga bebas menggunakannya tanpa biaya. Untuk anak muda yang gemar otomotif, setiap akhir pekan area stadion kita buka secara resmi sebagai sirkuit latihan terarah agar tidak ada lagi aksi balap liar di jalan umum. Saudara kita penyandang disabilitas (NPCI) juga mendapatkan porsi dan perhatian yang sama dalam pembinaan atlet,” pungkas Basuki. (RR)




