Wali Kota Balikpapan Serahkan Secara Simbolis Bantuan Beras dan Ayam melalui Program CPPD 2026
Bujurnews.com, Balikpapan – Sebanyak 521 penerima di Kota Balikpapan mendapat bantuan beras dan ayam melalui program Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) 2026. Bantuan tersebut menyasar ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK) serta bayi di bawah dua tahun (baduta) dengan kondisi gizi kurang.
Penyaluran bantuan secara simbolis dilakukan kepada 100 penerima di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Balikpapan, Senin (5/10/2026).
Wali Kota Balikpapan H Rahmad Mas’ud mengatakan bantuan pangan tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya kelompok yang membutuhkan perhatian terhadap pemenuhan gizi.
Namun, Rahmad mengingatkan bantuan berupa beras dan ayam tidak bisa menjadi satu-satunya upaya untuk menjaga kesehatan ibu hamil dan mencegah stunting. Menurutnya, perhatian keluarga dan edukasi juga harus berjalan selama masa kehamilan.
“Generasi emas yang kita wujudkan tahun 2045, inilah langkah-langkah untuk mendukung seluruh program-program pemerintah. Ini tidak cukup Bapak dan Ibu sekalian, dikasih ayam satu ekor, orang hamil kan sembilan bulan,” kata Rahmad.
Dalam program CPPD 2026, bantuan yang disalurkan berupa beras dan ayam. Secara keseluruhan, penerima program terdiri dari 412 ibu hamil dengan kondisi KEK dan 109 bayi dengan kondisi gizi kurang.
Rahmad menilai dukungan terhadap ibu hamil dan anak merupakan bagian dari investasi jangka panjang. Sebab, kualitas kesehatan anak sejak dalam kandungan akan berpengaruh terhadap tumbuh kembang dan kualitas sumber daya manusia ke depan.
“Karena ini bukan hanya kepentingan kita, bukan hanya kepentingan bapak dan Ibu. Tetapi ini adalah kepentingan bangsa, untuk melahirkan generasi-generasi anak yang cerdas, sehat, dan kuat,” ujarnya.
Selain pemenuhan kebutuhan pangan, Rahmad juga mengingatkan para orang tua agar memperhatikan aspek spiritual selama masa kehamilan. Ia mendorong ibu hamil memperbanyak aktivitas positif dan menjaga suasana emosional selama mengandung.
Menurutnya, kebiasaan baik yang dilakukan orang tua selama masa kehamilan menjadi bagian dari upaya mempersiapkan anak sejak dini.
“Karena itu akan mempengaruhi secara emosional janin yang ada di dalam kandungan kita,” tuturnya.
Rahmad juga mengajak orang tua untuk memperbanyak membaca atau mendengarkan Al-Qur’an. Ia menyebut perkembangan teknologi saat ini membuat akses terhadap berbagai kegiatan keagamaan semakin mudah.
“Paling tidak, ya sering-seringlah baca-baca Al-Qur’an, dengarkan. Kalau enggak bisa baca Al-Qur’an, sekarang kan sudah gampang, buka YouTube atau HP, semua warga kan punya HP,” sambungnya.
Ia menegaskan program bantuan pangan yang diberikan pemerintah tidak semata-mata harus dipandang sebagai pemberian. Menurut Rahmad, pelayanan kesehatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah.
“Sekali lagi bukan pemberian. Tetapi ini adalah hak Bapak/Ibu, khususnya Ibu-ibu sebagai warga dan kami sebagai penyelenggara pemerintah hadir untuk memberikan pelayanan sesuai yang diamanatkan Undang-Undang Dasar ’45,” tegasnya.
Rahmad mengakui pelayanan pemerintah kepada masyarakat masih belum sempurna. Meski demikian, ia memastikan pemerintah akan terus berupaya menghadirkan program yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam mendukung kesehatan ibu dan anak.
“Walaupun belum sempurna, tapi minimal ada yang kami berikan,” pungkasnya. (*/ADV/Diskominfo Balikpapan)




