Rahmad Mas’ud Sebut Kabut Asap di Balikpapan Merupakan Asap Kiriman
Bujurnews.com, Balikpapan – Kabut asap yang menyelimuti Kota Balikpapan disebut Wali Kota Rahmad Mas’ud berasal dari wilayah lain. Kondisi tersebut dipengaruhi arah angin dan cuaca yang membawa asap masuk ke Balikpapan, sehingga ketebalannya dapat berubah sewaktu-waktu.
Rahmad menjelaskan, kondisi udara di Balikpapan tidak hanya dipengaruhi aktivitas di dalam kota, tetapi juga keadaan di daerah sekitar. Ketika angin bertiup dari wilayah yang terdampak kebakaran, asap dapat terbawa hingga ke Balikpapan.
Menurutnya, perubahan cuaca turut memengaruhi kondisi tersebut. Hujan dapat membantu mengurangi kabut asap, tetapi bukan berarti persoalan langsung berakhir. Asap berpotensi kembali menyelimuti kota apabila arah angin berubah dan membawa polutan dari wilayah lain.
“Ini asap kiriman. Jadi, tergantung angin dan cuaca juga. Kalau hujan, biasanya berkurang, tetapi ketika angin kembali membawa asap dari wilayah lain, bisa masuk lagi ke Balikpapan,” ujar Rahmad, Selasa (20/10/2026).
Kondisi ini menjadi perhatian karena paparan asap dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat, terutama ketika kualitas udara memburuk. Gangguan pernapasan atau infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi salah satu risiko yang perlu diwaspadai apabila warga terlalu lama terpapar udara yang tercemar.
Rahmad mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kondisi tersebut. Warga yang harus beraktivitas di luar ruangan disarankan menggunakan masker sebagai langkah perlindungan, khususnya ketika kabut asap kembali terlihat atau kualitas udara menurun.
Ia juga menekankan pentingnya memperhatikan perkembangan kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar rumah. Langkah pencegahan diperlukan agar masyarakat, terutama kelompok rentan, dapat mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Sebelumnya, kualitas udara Balikpapan sempat menunjukkan angka indeks kualitas udara (AQI) 117. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kualitas udara pada tingkat itu dapat berdampak terhadap kelompok masyarakat yang sensitif. Pemerintah kota pun berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Lingkungan Hidup untuk merespons kondisi udara, termasuk mempertimbangkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi peserta didik ketika kualitas udara berada pada kategori tidak sehat.
Dalam perkembangan berikutnya, indeks kualitas udara dilaporkan berada di kisaran 70 atau kategori sedang. Meski kondisi tersebut lebih baik, perubahan cuaca dan arah angin tetap perlu diperhatikan karena asap kiriman berpotensi kembali memengaruhi kualitas udara.
Rahmad meminta masyarakat tetap waspada dan menerapkan langkah perlindungan diri selama kondisi udara belum sepenuhnya stabil.
“Kita tidak bisa mengendalikan arah angin, tetapi masyarakat bisa menjaga kesehatan dengan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Yang penting, jangan mengabaikan kondisi udara dan tetap lindungi diri serta keluarga,” tutup Rahmad. (*/ADV/Diskominfo Balikpapan)




