Angkot dan Bacitra Bakal Terintegrasi, Dishub Balikpapan Rancang One Payment
Bujurnews.com, Balikpapan – Penumpang angkutan umum di Balikpapan ke depan diharapkan tidak lagi kesulitan saat harus berganti kendaraan untuk melanjutkan perjalanan. Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan tengah menyiapkan konsep integrasi transportasi yang mencakup keterhubungan rute hingga sistem pembayaran tunggal atau one payment.
Rencana tersebut masuk dalam kajian Rencana Umum Jaringan Trayek Balikpapan Connectivity yang disusun bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Melalui konsep ini, masyarakat diharapkan dapat menggunakan beberapa moda transportasi dalam satu perjalanan dengan mekanisme pembayaran yang lebih praktis.
Diwawancarai media ini, Kepala Dishub Balikpapan, M. Fadli Pathurrahman, menjelaskan bahwa pengembangan transportasi tidak cukup hanya dengan menata jalur perjalanan. Kemudahan saat berpindah kendaraan juga menjadi bagian penting agar angkutan umum semakin mudah diakses oleh masyarakat.
Menurut Fadli, skema yang dirancang nantinya memungkinkan angkutan kota (angkot) terhubung dengan layanan Balikpapan City Trans (Bacitra). Dengan demikian, masyarakat memiliki pilihan moda yang saling melengkapi sesuai kebutuhan perjalanan.
“Yang kami rancang bukan hanya menghubungkan jalur angkutan, tetapi juga membuat perjalanan masyarakat lebih sederhana. Ketika harus berganti moda, mereka diharapkan tidak perlu melakukan pembayaran secara terpisah,” ujar Fadli, Rabu (21/10/2026).
Ia mengatakan, penerapan pembayaran tunggal tersebut masih dalam tahap perencanaan sebagai bagian dari integrasi jaringan transportasi. Kajian ini diharapkan menghasilkan sistem pelayanan yang memudahkan penumpang sekaligus membuat penggunaan transportasi umum lebih efisien.
“Misalnya, seseorang menggunakan angkot untuk menuju koridor Bacitra, kemudian melanjutkan perjalanan dengan Bacitra. Harapannya, perpindahan itu dapat dilakukan dengan satu sistem pembayaran sehingga masyarakat lebih nyaman,” jelasnya.
Dalam penyusunan jaringan baru, Dishub juga memastikan keberadaan angkot tetap diperhitungkan. Angkutan kota berpotensi menjadi angkutan pengumpan atau feeder yang membawa penumpang dari kawasan permukiman menuju jalur utama Bacitra maupun sebaliknya.
Fadli menegaskan, penataan tersebut turut diarahkan untuk memberikan kepastian bagi pengusaha dan pengemudi angkot. Salah satu skema yang dipertimbangkan ialah Buy The Service (BTS), yakni mekanisme pembelian layanan angkutan, disertai pembenahan standar operasional, kelayakan kendaraan, dan pola pelayanan.
“Pengusaha angkutan kota tidak perlu langsung khawatir terhadap potensi penumpang ketika ada perubahan atau penambahan rute. Seluruh potensi itu akan kami kaji dan intervensi melalui perencanaan jaringan, sehingga angkot tetap memiliki peran dalam sistem transportasi,” tegasnya.
Perluasan layanan juga diarahkan ke sejumlah wilayah yang membutuhkan akses angkutan umum lebih baik, di antaranya Teritip di Balikpapan Timur serta Kilometer 23 dan Karang Joang di Balikpapan Utara. Penyesuaian trayek nantinya perlu mempertimbangkan kebutuhan warga, termasuk dukungan fasilitas seperti halte dan pos pemantauan.
Pihaknya juga telah berkomunikasi dengan pengemudi angkot untuk menyampaikan rencana integrasi. Kajian tersebut turut memperhitungkan empat jenis moda transportasi, termasuk taksi Green. Namun, audiensi dan penentuan lokasi operasional taksi itu sementara ditunda untuk menjaga kondusivitas penyelenggaraan transportasi.
Selain melayani jalur utama, angkot juga berpeluang menjangkau jalan lingkungan yang menghubungkan permukiman dengan pasar, sekolah, dan kawasan wisata yang belum terlayani secara optimal oleh Bacitra.
Fadli menegaskan, seluruh rencana tersebut ditujukan untuk membangun sistem angkutan yang terhubung tanpa mengabaikan pelaku usaha yang sudah beroperasi.
“Kami ingin setiap moda saling melengkapi, bukan berjalan sendiri-sendiri. Dengan begitu, jangkauan pelayanan bisa lebih luas, masyarakat lebih mudah bepergian, dan angkutan kota tetap mendapat ruang untuk berkembang,” pungkasnya. (*/ADV/Diskominfo Balikpapan)




