AdvertorialBalikpapanKota

GPM Keliling hingga Pasar Murah Mobile Disiapkan di Balikpapan sampai Desember 2026

Bujurnews.com, Balikpapan – Stabilisasi pasokan dan harga bahan pangan di Balikpapan tidak hanya mengandalkan kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak. Pemerintah kota bersama sejumlah pihak juga menyiapkan rangkaian program pangan bergerak yang menyasar masyarakat di berbagai lokasi hingga Desember 2026.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Balikpapan, Sri Wahyuningsih yang karib disapa Yuyun, mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari pemetaan aksi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok.

Program tersebut dijalankan melalui beberapa skema, mulai dari GPM rutin di taman kota, penjualan bahan pangan keliling kelurahan oleh Perumda Manuntung Sukses, hingga pasar murah bergerak yang dilaksanakan Dinas Perdagangan.

“Dalam rangka upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan, TPID Kota Balikpapan telah melakukan pemetaan aksi lapangan yang akan dilaksanakan mulai Oktober sampai Desember 2026,” ujar Yuyun, Rabu (21/10/2026).

Ia menjelaskan, GPM rutin dijadwalkan berlangsung empat kali dalam sepekan, dengan lokasi yang mencakup Taman Tiga Generasi, Taman Bekapai, dan halaman Kantor Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (DPOP). Dalam laporan kegiatan, pelaksanaannya disebut berlangsung pada Selasa, Sabtu, dan Minggu.

Selain kegiatan rutin tersebut, Perumda Manuntung Sukses juga akan menjalankan program pangan murah dengan mendatangi kelurahan-kelurahan di Balikpapan. Skema keliling ini diharapkan dapat mendekatkan akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok tanpa harus selalu mendatangi lokasi pasar murah yang terpusat.

Dinas Perdagangan turut mengambil peran melalui program pasar murah bergerak yang menyasar berbagai kelurahan. Dengan pelaksanaan di sejumlah titik, masyarakat diharapkan memiliki lebih banyak pilihan untuk mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau.

Yuyun menyampaikan, program-program tersebut merupakan bagian dari sinergi pemerintah daerah bersama unsur TPID dan para pelaku distribusi pangan. Kolaborasi ini diperlukan mengingat Balikpapan masih bergantung pada pasokan sejumlah bahan pokok dari daerah lain, sehingga perubahan distribusi maupun kondisi cuaca di daerah penghasil dapat memengaruhi ketersediaan dan harga di pasaran.

Menurutnya, kegiatan pangan murah perlu dilakukan secara berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Pelaksanaan program di berbagai lokasi juga menjadi salah satu cara untuk mendekatkan layanan kepada warga.

Meski demikian, masyarakat tetap diimbau membeli bahan pangan sesuai kebutuhan keluarga. Pembelian secara berlebihan dan penimbunan barang pokok dikhawatirkan dapat mengganggu kestabilan harga.

“Kami mengimbau masyarakat berbelanja secara bijak sesuai prioritas kebutuhan keluarganya serta tidak melakukan penimbunan bahan pokok yang dapat berdampak pada meningkatnya harga pangan di Kota Balikpapan,” pungkasnya. (*/ADV/Diskominfo Balikpapan)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button