
Foto : Kegiatan Sangatta Neuroscience Update Symposium 2026. (Rangga R/Bujurnews)
Bujurnews, Sangatta – Peningkatan mutu pelayanan kesehatan tak hanya bergantung pada ketersediaan fasilitas medis, tetapi juga kompetensi tenaga kesehatan dan pemahaman masyarakat terhadap isu kesehatan. Upaya memperkuat dua aspek tersebut dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Timur (Kutim) melalui Sangatta Neuroscience Update Symposium.
Kegiatan tersebut dibuka Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Bukit Pelangi Sangatta, Sabtu (24/10/2026). Simposium ini menjadi wadah pengembangan kompetensi tenaga medis sekaligus upaya memperluas literasi kesehatan di daerah.
Dalam arahannya, Ardiansyah menekankan pentingnya profesionalisme dan dedikasi seluruh tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dokter, perawat, bidan, serta pengelola layanan kesehatan diminta mengedepankan pengabdian dan tanggung jawab kemanusiaan.
“Saya mohon kepada kita semua, terutama para pengelola kesehatan, para ahli kesehatan, dokter, perawat, bidan, mari kita berikan yang terbaik kepada masyarakat kita, keluarga kita, dan kemanusiaan,” ujar Ardiansyah.
Dia mengingatkan, pengabdian yang diberikan kepada masyarakat akan menjadi warisan berharga. Menurutnya, pelayanan kesehatan harus dijalankan dengan komitmen untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Jika gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan jasa. Jasa dan pengabdian itulah yang akan kita tinggalkan,” lanjutnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua DPRD Kutim Jimmi, Kepala Dinkes Kutim dr. Yuwana, Ketua Umum PB IDI Dr. dr. Slamet Budiarto, Ketua IDI Kutim Fathurrahman, perwakilan BPJS Kesehatan dr. Herman Dinata Mihardja, unsur Forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta sejumlah pakar kedokteran, akademisi, dan praktisi kesehatan.
Kepala Dinkes Kutim dr. Yuwana mengatakan, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, tenaga medis, organisasi profesi, dan masyarakat harus bergerak bersama untuk memastikan layanan yang bermutu dan mudah diakses.
“Dinas Kesehatan Kabupaten Kutim akan terus berkomitmen mendukung penguatan jejaring pelayanan kesehatan. Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang terbaik, bermutu, dan mudah diakses,” ungkap Yuwana.
Selain memperkuat kompetensi sumber daya manusia melalui kegiatan ilmiah, Dinkes Kutim juga melakukan pembenahan sarana dan prasarana kesehatan. Upaya tersebut mencakup renovasi fasilitas kesehatan yang telah tersedia serta perencanaan pembangunan rumah sakit baru.
Pembangunan rumah sakit baru itu ditargetkan mulai diwujudkan pada 2029. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan memperluas jangkauan pelayanan sekaligus memudahkan masyarakat mendapatkan pengobatan tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
Yuwana berharap rencana pembangunan tersebut memperoleh dukungan dari seluruh pemangku kepentingan agar pemerataan fasilitas kesehatan di Kutim dapat terus ditingkatkan.
“Kami mohon doa dan dukungan semua pihak agar rencana pembangunan rumah sakit baru dapat terealisasi. Harapannya, fasilitas tersebut nantinya semakin memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat dan tidak lagi jauh untuk berobat,” pungkasnya. (RR)




