
Bujurnews.com – Harapan agar Ibu Kota Nusantara (IKN) segera memiliki sarana transportasi canggih seperti di kota-kota besar Tiongkok — Shenzhen, Hangzhou, Chongqing, dan Shanghai — tampaknya harus tertunda. Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa rencana pengembangan kereta otonom tanpa rel (Autonomous Rail Transit/ART) dan taksi terbang (Sky Taxi) belum menjadi prioritas saat ini.
Menurut Basuki, pemerintah kini memusatkan perhatian pada pembangunan infrastruktur dasar seperti kantor pemerintahan, hunian, dan penguatan konsep Smart Forest City, sebelum melangkah ke moda transportasi masa depan.
“Mobil saja belum ada, mau naik taksi terbang. Jadi belum urgent sekarang, menurut saya. Teknologinya juga masih akan terus berkembang. Nanti, mungkin sekitar tahun 2040 atau 2045 baru relevan,” ujar Basuki, dikutip dari Kompas.com, Selasa (5/11/2025).
Untuk jangka pendek, Basuki menjelaskan bahwa fokus pengembangan transportasi di IKN akan diarahkan pada kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV), terutama bus listrik publik, yang ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2026.
Langkah ini dinilai lebih realistis dan mendukung komitmen pemerintah terhadap pembangunan kota berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Meski belum jadi prioritas, baik Kereta Otonom Tanpa Rel maupun Taksi Terbang telah menjalani tahap Proof of Concept (PoC) di IKN. Uji coba tersebut menjadi sinyal awal keseriusan pemerintah dalam mengadopsi teknologi transportasi masa depan.
Uji coba dilakukan pada Agustus 2024, termasuk saat peringatan HUT ke-79 RI di IKN. Namun, evaluasi PoC pada November 2024 menunjukkan sistem otonom belum berjalan sempurna dan masih memerlukan pengemudi manual. Rencananya, unit trem tersebut akan dikembalikan ke pihak produsen di China untuk penyempurnaan teknologi.
Uji terbang yang dilakukan berjalan lancar sky taxi mampu lepas landas dan mendarat mulus dengan pola penerbangan berbentuk angka delapan.
Meski belum menjadi kenyataan dalam waktu dekat, pemerintah tetap membuka peluang untuk menghadirkan moda transportasi futuristik ini di masa mendatang. Basuki menegaskan bahwa pengembangan kereta otonom dan taksi terbang tetap masuk dalam visi jangka panjang menuju IKN 2045 sebagai “kota cerdas, hijau, dan berteknologi tinggi.”
“Teknologinya akan terus berkembang. Nanti saat IKN sudah lebih mapan, baru moda seperti itu akan relevan,” pungkas Basuki.




