Kutim

Seminar Hari TBC Sedunia di Kutim Dorong Sinergi Lintas Sektor Menuju Eliminasi 2030

Bujurnews, Sangatta – Perkumpulan Pemberantasan Tuberculosis Indonesia (PPTI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim menggelar seminar dalam rangka Hari Tuberculosis (TBC) Sedunia 2026, Selasa (21/4/2026), di Ruang Akasia GSG Bukit Pelangi, Sangatta. Kegiatan ini mengusung tema “Satu TB: Sinergi Aksi Tuntaskan TB” dan didukung sejumlah perusahaan swasta.

Seminar menghadirkan empat narasumber, yakni dr Didit Tri Setiyo Budi, dokter spesialis paru RSUD Kudungga yang membawakan materi terkait pengenalan dan pengobatan TBC. Kemudian dr Christina Sarangnga, dokter spesialis anak, memaparkan deteksi dini serta tatalaksana TBC pada anak.

Materi lainnya disampaikan dr Murni tentang diet sehat untuk pencegahan dan pengobatan TBC, serta dr Andi Zulkifli, dokter spesialis kejiwaan, yang mengulas stigma serta dukungan kesehatan mental dan psikososial bagi penderita TBC.

Ketua Panitia, Rini Palakian Mande, mengatakan seminar ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari TBC Sedunia yang diperingati setiap 24 Maret. Rangkaian kegiatan juga mencakup lomba vlog dan poster bertema TBC yang diikuti pelajar tingkat SMP dan SMA se-Kutim, dengan masing-masing kategori menghasilkan 12 pemenang.

Selain itu, sepanjang Maret 2026, PPTI Kutim bersama kader juga menyalurkan 200 paket makanan bergizi tambahan bagi pasien TBC serta membagikan 100.000 paket buka puasa selama Ramadan.

Seminar ini dihadiri Ketua PPTI Kutim sekaligus Ketua TP PKK Kutim Hj Siti Robiah, Kepala Dinkes Kutim dr Yuwana Sri Kurniawati, ratusan perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), organisasi wanita dan kemasyarakatan, kader PMO-TB, pelajar, serta perwakilan perusahaan sponsor.

Kepala Dinkes Kutim dr Yuwana Sri Kurniawati yang membuka kegiatan menyampaikan bahwa seminar ini merupakan bentuk kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait TBC, mulai dari deteksi, pengobatan, hingga pola hidup sehat.

“Dalam rangkaian peringatan tahun ini, terkumpul dana sebesar Rp74 juta dari sponsor perusahaan swasta, salah satunya PT KPC, sebagai bentuk kepedulian terhadap pemberantasan TBC,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan tersebut mampu memperkuat percepatan eliminasi TBC di Kutim melalui peningkatan pengetahuan masyarakat dan sinergi antar pemangku kepentingan.

Hj. Siti Robiah.

Siti Robiah menegaskan pentingnya langkah terpadu dalam pemberantasan TBC, mulai dari deteksi dini, kepatuhan pengobatan, hingga peran aktif kader dan dukungan lintas sektor. Ia juga menyoroti pentingnya penguatan regulasi di tingkat daerah pasca terbitnya Perpres Nomor 67 Tahun 2021.

“Komitmen bersama sangat diperlukan untuk mencapai target eliminasi zero TBC tahun 2030,” ungkapnya.

Sementara itu, perwakilan PT Kaltim Prima Coal (KPC) melalui Superintendent Community Health and Education (CHE), Febriana Kurniasari, menyampaikan bahwa pihaknya memiliki komitmen kuat dalam mendukung upaya pemberantasan TBC melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), khususnya di bidang kesehatan masyarakat.

“Kami terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah, PPTI, dan masyarakat dalam mendukung target eliminasi TBC di Kutim,” katanya.

Jajaran Pengurus PPTI Kutim bersama KPC dan Pemkab Kutim.

Usai seminar ini, PPTI Kutim dijadwalkan akan melantik 18 pengurus cabang dengan melibatkan 180 perwakilan PAC pada 24 April 2026, yang juga akan dirangkai dengan pembekalan bagi pengurus baru. (why/rc)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button