EkonomiKaltim

Martopo Nakodai IAI Kaltim 2025-2029, Wawan Ajak Perdalam Pemahaman ESG Masa Kini

Bujurnews, Samarinda – Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Kalimantan Timur resmi melantik jajaran pengurus baru periode 2025-2029 dalam kegiatan yang digelar di Gedung Bankaltimtara, Samarinda, Sabtu (25/4/2026).

Pelantikan tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan Dewan Pengurus Nasional (DPN) IAI Nomor KEP-11/SK/DPN/IAI/III/2026 tentang perubahan susunan kepengurusan IAI Wilayah Kalimantan Timur. Prosesi berlangsung resmi melalui pembacaan surat keputusan, pakta integritas, naskah pelantikan, hingga penandatanganan berita acara.

Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus yang dilantik, anggota IAI, serta perwakilan pemangku kepentingan di Kalimantan Timur.

Dalam struktur kepengurusan yang baru, Drs. Dwi Martopo Heru Subagyo, M.M., Ak., CA., CPA ditetapkan sebagai Ketua IAI Wilayah Kalimantan Timur. Ia didampingi oleh Yenny Israwati sebagai Wakil Ketua I, Dr. Jamaluddin sebagai Wakil Ketua II, dan Dr. Set Asmapane sebagai Wakil Ketua III. Posisi Sekretaris dijabat Yunus Tete Konde bersama Wakil Sekretaris Didit Fajarudin. Sementara itu, Darayani Annisa Nuramalina dipercaya sebagai Bendahara dan Salmah Pattisahusiwa sebagai Wakil Bendahara.

Rangkaian pelantikan turut diisi dengan Seminar Nasional bertema “Peran Akuntan dalam Mengawal Keberlanjutan (Environmental, Social, and Governance/ESG)”. Seminar ini menghadirkan narasumber dari Dewan Pengurus Nasional IAI, Dr. Ahmad Adib Susilo, serta praktisi industri, General Manager External Affairs and Sustainable Development (ESD) Kaltim Prima Coal (KPC), Wawan Setiawan.

Dalam paparannya, Wawan Setiawan menegaskan bahwa peran akuntan dalam konteks ESG telah mengalami pergeseran signifikan, dari sekadar fungsi kepatuhan menjadi penjaga kredibilitas dan pencipta nilai. Hal ini seiring meningkatnya perhatian global terhadap isu perubahan iklim, social license to operate, serta transparansi tata kelola yang kini menjadi faktor utama dalam pengambilan keputusan investasi.

Menurutnya, ESG tidak lagi dipandang sebagai pelengkap, melainkan sistem manajemen risiko sekaligus dasar pengambilan keputusan bisnis yang harus didukung oleh data yang terukur, terverifikasi, dan terintegrasi lintas fungsi perusahaan.

Dia mencontohkan implementasi ESG di industri tambang seperti KPC yang mengacu pada berbagai standar global dan regulasi, serta diwujudkan melalui capaian kinerja konkret, mulai dari efisiensi energi, penurunan emisi, hingga dampak sosial ekonomi melalui program seperti KPC Peduli Air.

“Akuntan memiliki posisi strategis sebagai guardian of ESG credibility melalui fungsi pengukuran, validasi, assurance, hingga disclosure, sekaligus menjembatani ESG dengan kinerja finansial agar relevan dalam pengambilan keputusan,” terang Wawan.

Lebih lanjut dia menambahkan, dengan hadirnya standar global seperti IFRS S1 dan S2 serta tuntutan assurance wajib, profesi akuntan dituntut untuk bertransformasi menjadi aktor multidisipliner yang mampu memastikan implementasi ESG berjalan secara kredibel, transparan, dan berkelanjutan.

Dengan pelantikan ini, IAI Wilayah Kalimantan Timur diharapkan dapat menjalankan fungsi organisasi secara optimal serta mendorong praktik akuntansi yang profesional dan berintegritas di wilayah Kalimantan Timur. (why/rc)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button