Remaja Bengalon Dibekali Pelatihan Bantuan Hidup Dasar oleh PAMA
Bujurnews, Bengalon – PT Pamapersada Nusantara (PAMA) Site KPC Coal Mining Project menggelar pelatihan Basic Life Support (BLS) atau Bantuan Hidup Dasar bagi puluhan remaja di wilayah Bengalon, Sabtu (25/4/2026). Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Desa Sepaso Barat, sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat kesehatan.
Pelatihan tersebut terlaksana melalui kerja sama dengan Puskesmas setempat, dengan melibatkan 23 remaja sebagai peserta. Mereka dipersiapkan menjadi agen perubahan yang mampu memberikan pertolongan pertama di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Basic Life Support merupakan serangkaian tindakan darurat untuk menjaga jalan napas, membantu pernapasan, serta mempertahankan sirkulasi darah tanpa menggunakan peralatan medis canggih. Penanganan ini dinilai krusial dalam situasi seperti henti jantung, tersedak, hingga tenggelam, guna meningkatkan peluang keselamatan sebelum tenaga medis tiba.
Materi pelatihan disampaikan oleh Azka Hifzhan dari Departemen Safety, Health, and Environment (SHE) PAMA. Selain pemaparan teori terkait tanda-tanda kondisi darurat kesehatan, peserta juga mengikuti simulasi praktik penanganan untuk meningkatkan kesiapan dalam situasi nyata.
Perwakilan PAMA, Ishak Pardede, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan dalam memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat, khususnya generasi muda.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin meningkatkan pemahaman remaja dalam mengenali gejala awal gangguan kesehatan serta kemampuan memberikan pertolongan pertama secara tepat. Harapannya, mereka memiliki kepercayaan diri untuk bertindak dalam situasi kritis,” ungkap Ishak.

Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari tenaga kesehatan Puskesmas Sepaso. Nur Laeni dan Yosfina selaku pengelola Posyandu Remaja menilai pelatihan tersebut sejalan dengan program pembinaan remaja yang sedang dikembangkan pemerintah.
“Kami mengapresiasi dukungan PAMA terhadap kegiatan Posyandu Remaja. Materi Basic Life Support sangat relevan dan memberikan nilai tambah bagi keterampilan kader remaja,” ucapnya.
Pelatihan tersebut, lanjutnya, para peserta diharap tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mampu mengimplementasikan keterampilan tersebut sebagai bentuk kepedulian dan respons cepat dalam situasi darurat di lingkungan masing-masing. (soc/rc)




