Diserbu 568 Pendaftar, Pelatihan Kerja Kutim 2026 Kuota Hanya 64 Peserta
Bujurnews, Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja menggelar Pelatihan Berbasis Kompetensi Batch I, 2026, di Gedung Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Mandiri, Sangatta, Senin (27/04/2026).
Program pelatihan ini dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang tertuang dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Nakertrans pada Badan Diklat. Secara keseluruhan, terdapat delapan paket pelatihan yang disiapkan pemerintah daerah pada tahun ini.
Pada tahap awal pelaksanaan, empat paket pelatihan dijalankan, meliputi digital marketing, operator ekskavator, teknik pengelasan (welder), serta pembuatan roti dan kue. Dua di antaranya, yakni digital marketing dan tata boga, menjadi alternatif di luar sektor pertambangan yang selama ini mendominasi kebutuhan tenaga kerja di Kutim.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kutim, Trisno, mengungkapkan tingginya minat masyarakat terhadap program tersebut. Dari total 568 pendaftar, hanya 64 peserta yang dapat mengikuti pelatihan karena keterbatasan kuota.
“Antusiasme masyarakat luar biasa. Jumlah pendaftar mencapai ratusan, namun kapasitas kita saat ini hanya 64 orang, dengan masing-masing jurusan diisi 16 peserta,” ujar Trisno.

Ia menjelaskan, pelatihan dilaksanakan dengan dua metode durasi, yakni 26 hari dan 43 hari, yang berlangsung mulai 23 April hingga 1 Juli 2026. Selain pembelajaran teknis, peserta juga akan mengikuti uji kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
“Peserta tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga sertifikasi resmi dari BNSP sebagai pengakuan atas keahlian mereka, sehingga memiliki daya saing di dunia kerja,” jelasnya.
Untuk mendukung penyerapan tenaga kerja, khususnya di bidang teknik, BLKI Mandiri juga menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan melalui program pemagangan, salah satunya dengan perusahaan pertambangan KPC.
“Melalui program pemagangan ini, kami ingin memastikan keterampilan yang didapat di BLK bisa langsung diterapkan dan sesuai dengan kebutuhan industri di lapangan,” katanya.
Meski demikian, ia mengakui masih rendahnya tingkat serapan peserta dibanding jumlah pendaftar. Dari ratusan pendaftar, hanya sekitar 10 persen yang dapat difasilitasi dalam pelatihan kali ini.
“Harapan kami ke depan, baik melalui anggaran perubahan maupun tahun berikutnya, kapasitas pelatihan bisa ditingkatkan. Ini sejalan dengan target daerah dalam menciptakan 50 ribu tenaga kerja di Kutai Timur,” pungkasnya. (ma/rc)




